Wanita Gorontalo Tewas di Tangan Suami

Profil Popin Ali, Wanita Gorontalo yang Tewas di Tangan Suami

Dari informasi yang dirangkum TribunGorontalo.com, wanita kelahiran 1993 itu, meninggalkan dua anak. 

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
DOC -- Potret Alm Popin Ali, wanita yang tewas di tangan suaminya pada Senin 6 Juni 2022 kemarin. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Nahas nasib Popin Ali, wanita yang juga kerap disapa Popi Qaeli. Ia tewas di tangan suami pada Senin 6 Juni 2022. 

Dari informasi yang dirangkum TribunGorontalo.com, wanita kelahiran 1993 itu, meninggalkan dua anak. 

Anak pertama dari pernikahan pertamanya. Dan anak kedua dari suami yang membunuhnya tersebut. 

Keterangan keluarga, anak dari suami pertamanya berusia 9 tahun. Kini tengah menempuh sekolah dasar. 

Lalu anak kedua dari suami kedua ini, baru berusia 3 tahun. 

Balita inilah yang berada di rumah, malam pembunuhan itu terjadi.

Sementara anak pertamanya, memang sudah dirawat oleh istri dari suami pertamanya.

Popin adalah anak pertama dari dua bersaudara.

Adik laki-lakinya kini sudah berkeluarga dan tinggal di Moutong, Sulawesi Tengah. 

“Ibunya Popin ini baru saja meninggal,” ucap seorang tetangga Popin saat hadir di pemakamannya tadi malam, Selasa (7/6/2022).

Saat ini, Popin hanya memiliki seorang ayah. Saat pemakaman, ayahnya rela menempuh perjalanan 604 kilometer atau 13 jam dari Sulawesi Tengah. 

“Keseharian Popin adalah ibu rumah tangga, namun beberapa kali Popin juga diundang sebagai penyanyi biduan untuk mengisi hajatan,” ungkap wanita  yang tak mau disebutkan namanya tersebut.

Jenazah Popin dikebumikan pukul 19.17 Wita di Desa Dudepo, Kecamatan Anggrek, Gorontalo Utara.

Wanita 29 tahun itu dikebumikan tanpa menunggu kedatangan adik dan ayah kandungnya.

Sebelumnya diketahui, seorang istri tewas di tangan suaminya. Tempat kejadian (TKP) di Perumahan Altira, Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo Senin malam (6/6/2022). 

Pelakunya bernama Fandi, pria 40 tahun yang berprofesi sopir mobil kontainer. 

Usai melakukan pembunuhan, Fandi segera menyerahkan diri ke polsek setempat. Kini, Fandi telah ditahan di Polres Gorontalo. 

Fandi disebut melakukan penganiayaan itu dipicu oleh emosi. Ia menuding Popin berselingkuh darinya. Meski, tuduhan itu hingga saat ini dibantah oleh pihak keluarga. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved