Sabtu, 11 April 2026

Capres 2024

Kecil Peluang Duet Prabowo-Anies Maju Pilpres 2024

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengadakan pertemuan.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Kecil Peluang Duet Prabowo-Anies Maju Pilpres 2024
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan memberikan keterangan pers di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengadakan pertemuan, Rabu (1/6/2022).

Bertempat di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, keduanya disebut terlibat dalam diskusi hangat selama 4,5 jam.

Pada awak media, Paloh menyatakan pertemuan itu bukan hanya pertemuan dua pimpinan partai politik (parpol) tapi juga dua sahabat lama.

“Pertemuan kami tadi lebih banyak membicarakan hal-hal romantisme, semangat persahabatan yang cukup terjaga dalam kurun waktu yang cukup lama puluhan tahun,” ungkapnya.

Namun sejumlah pihak menilai pertemuan itu menunjukan adanya sinyal politik yang cukup kuat.
Setidaknya, kedua parpol saling menjajaki dan mencari kecocokan, salah satunya, untuk menghadapi kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor menilai jika dua parpol itu sepakat, koalisinya bakal punya kekuatan yang signifikan.

Apalagi, lanjut Firman, Partai Nasdem tampak hendak mencalonkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai kandidat calon presiden (capres).

Sedangkan Partai Gerindra tetap mengusung Prabowo Subianto kembali menjajal perburuan RI-1. Firman menyatakan, berdasarkan jajak pendapat berbagai lembaga survei, dua tokoh tersebut memiliki elektabilitas tertinggi.

Lantas mungkinkah Nasdem dan Gerindra bakal maju bersama dan mengusung Prabowo-Anies untuk menghadapi Pilpres 2024? Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di DPP Partai Nasdem, Jakarta, Rabu (1/6/2022).

Pertemuan yang berlangsung hampir lima jam tersebut salah satunya membahas mengenai kemajuan bangsa dan negara.

Kecil kemungkinan Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Choirul Umam tak yakin koalisi Nasdem dan Gerindra bakal terbentuk.

Sebab, Prabowo dan Paloh mempunyai pendekatan politik yang berbeda. Pada Pilpres 2019, Paloh mengingatkan bahaya eksploitasi politik identitas.

Pun, ia menjadi salah satu pula yang keberatan ketika Prabowo hendak bergabung dengan periode 2 pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Selain itu, sambung Umam, Paloh sejak awal menunjukan keinginan untuk menjadi king maker. Maka, ia tak mau langkahnya dikunci oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mencapreskan diri masing-masing.

“Dalam konteks pertemuan Paloh-Prabowo, saya juga berkeyakinan Paloh menolak dikunci langkahnya demi pencapresan Prabowo,” katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved