Brigjen Ramadhan: AKBP Brotoseno Nonjob, Tinggal Jadi Staf TIK Polri

Mantan narapidana kasus korupsi AKBP Raden Brotoseno belum mendapatkan jabatan di Polri. Dia sebagai staf di Divisi Teknologi, Informasi.

Editor: lodie tombeg
tribunnews
AKBP Raden Brotoseno 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Mantan narapidana kasus korupsi AKBP Raden Brotoseno belum mendapatkan jabatan (nonjob) di Polri. Dia sebagai staf di Divisi Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengonfirmasi Brotoseno saat ini bertugas sebagai staf di Divisi TIK Polri, bukan sebagai penyidik.

"Staf, bukan penyidik, belum ada jabatan," katanya, Kamis (2/6/2022), dikutip dari Antara. Ramadhan menambahkan, Brotoseno tidak lagi memangku jabatan tertentu, melainkan hanya sebagai staf biasa di Divisi TIK Polri.

Namun demikian, Ramadhan belum memastikan sejak kapan Brotoseno aktif bertugas lagi di Polri.

"Dia (Brotoseno) sekarang diperbantukan di Div. TIK Polri," kata Ramadhan di Jakarta, Kamis.

"Sejak kapan belum tahu, nanti dicek biar tidak salah," imbuhnya. AKBP Raden Brotoseno, yang pernah menjabat sebagai Kepala Unit III Subdit III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri AKBP Raden, terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima suap sebesar Rp 1,9 miliar dari proses penyidikan tindak pidana korupsi cetak sawah di daerah Ketapang, Kalimantan Barat, tahun 2016.

Hakim pengadilan memvonis Brotoseno selama lima tahun penjara dan dinyatakan bebas bersyarat pada 15 Februari 2020 lalu.

Brotoseno dinilai memenuhi syarat administratif dan substantif untuk mendapatkan hak remisi dan pembebasan bersyarat sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 3 Tahun 2018.

Setelah dinyatakan bebas, Brotoseno dapat kembali bertugas di kepolisian karena hasil sidang kode etik memutuskan dia tidak dipecat dari Polri.

Berdasarkan hasil sidang kode etik yang dibagikan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Brotoseno tidak dipecat karena memiliki prestasi berdasarkan pernyataan dari atasannya.

Brotoseno diberi sanksi untuk meminta maaf kepada atasan dan mendapat rekomendasi untuk dipindahtugaskan ke jabatan berbeda yang bersifat demosi.

Deretan Polisi Ini Dipecat

Institusi Kepolisian Indonesia mendapat sorotan setelah mempertahankan AKBP Raden Brotoseno. Brotoseno merupakan mantan narapidana kasus korupsi cetak sawah di daerah Ketapang, Kalimantan Barat.

Ia ditangkap tangan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri pada 17 November 2016 saat menjabat sebagai Kepala Unit II Subdit Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipkior) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved