Joe Biden Kirim Roket Jarak Menengah ke Ukraina

Pemerintahan Joe Biden akan mengirim sistem roket jarak menengah berteknologi tinggi ke Ukraina.

Editor: Lodie Tombeg
Tribunnews
Presiden AS Joe Biden 

Rusia telah membuat kemajuan bertahap di Donbas, karena mencoba untuk mengambil bagian yang tersisa dari wilayah yang belum dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia.

Sebelumnya, Putin juga telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak mengirimkan senjata dalam jumlah yang lebih besar ke Ukraina.

Secara keseluruhan, Amerika Serikat telah memberikan sekitar 5 miliar dolar AS bantuan keamanan ke Ukraina sejak awal pemerintahan Biden, termasuk sekitar 4,5 miliar dolar AS sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari.

Lebih dari 600 Anggota Militer dan Sipil Rusia Teridentifikasi Sebagai Penjahat Perang

Lebih dari 600 orang Rusia teridentifikasi terlibat dalam kejahatan perang.

Hal ini diungkapkan oleh Kejaksaan Ukraina pada Selasa (31/5/2022).

Mereka terdiri dari anggota militer dan sipil yang mendukung invasi Rusia ke Ukraina dan telah menuntut sekitar 80 dari mereka.

Dilansir dari Reuters, Jaksa Agung Iryna Venediktova menyatakan, para tersangka datang dari beragam kalangan, mulai dari militer, politisi, hingga agen propaganda.

Dalam konferensi pers di Den Haag, Venediktova menyebutkan, Estonia, Latvia, dan Slovakia telah memutuskan untuk bergabung dengan tim investigasi internasional di Ukraina.

Tim investigasi tersebut pada awalnya dibentuk oleh Ukraina, Lituania, dan Polandia pada Maret lalu untuk memungkinkan pertukaran informasi dan penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Mereka mulai bekerja bersama Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang pada awal Maret lalu akhirnya meluncurkan penyelidikannya terhadap kemungkinan kejahatan perang di Ukraina.

ICC telah mengerahkan tim yang terdiri dari 42 penyelidik, ahli forensik dan personel pendukung ke Ukraina. Pihaknya kini sedang berusaha untuk membuka kantor perwakilan di Kiev.

Venediktova mengatakan, dukungan internasional sangat penting bagi upaya Ukraina untuk menyelidiki semua kemungkinan kejahatan perang.

"Kita harus mengumpulkan dan menjaga semuanya dengan cara yang benar. Semua bukti harus dapat diterima di pengadilan mana pun," tegas Venediktova.

Pengadilan Ukraina pada Selasa telah menjatuhkan hukuman 11 setengah tahun penjara kepada dua tentara Rusia karena terbukti menembaki sebuah kota di Ukraina timur. Ini merupakan vonis kedua terhadap pelaku kejahatan perang sejak invasi Rusia dimulai Februari lalu.

Kedua pelaku adalah Alexander Bobikin dan Alexander Ivanov. Mereka diadili di pengadilan distrik Kotelevska di Ukraina tengah setelah mengaku bersalah pekan lalu. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Amerika Kirim Sistem Roket Jarak Menengah ke Ukraina untuk Tangkal Serangan Artileri Rusia

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved