Proyek Drainase Jl Nani Wartabone-Gorontalo Mengancam Keselamatan Siswa SD
Salah satu yang terdampak pengerjaan drainase itu adalah SDN 31 Kota Selatan, Kota Gorontalo. Drainase selebar kurang lebih 1,5...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-jembatan-menuju-drainase-di-SDN-31-Kota-Selatan-Kota-Gorontalo.jpg)
Nilai pagu paket anggaran tercatat Rp 25 miliar, lalu nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat di angka Rp 24,9 atau selisih Rp 94,3 juta.
Ada 74 perusahaan yang tercatat mengikuti tender proyek menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut.
Sebelumnya tender proyek ini sempat gagal sebanyak dua kali. Tender pertama dibuka pada 29 Juni 2021 dan tender kedua dibuka 13 Juli 2021.
Tender pertama gagal karena setelah masa aanwijzing berakhir, terdapat hal-hal atau ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung.
Karena itu Kuasa Pengguna Anggaran melakukan Addendum terhadap Dokumen Rancangan Kontrak berkaitan dengan Kualifikasi Penyedia dan Peralatan utama yang disyaratkan.
Sementara tender kedua dibatalkan, karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran sebagaimana yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan BAB III INSTRUKSI KEPADA PESERTA Huruf G.
Pantauan TribunGorontalo.com pada Rabu (25/5/2022) kemarin, fokus utama proyek sejak Mei hingga Juni 2022, masih pencetakan konstruksi gorong-gorong.
Ada puluhan pekerja sejak pagi mulai mengaduk semen, serta dua unit excavator dan lima truk pengangkut material berada di lokasi.
Keluhan paling meresahkan dan memicu insiden dan mengganggu kesehatan lingkungan adalah sanitasi air buangan pemukiman warga.
"Ini pelayanan kami terganggu, banyak debu dan parkiran susah sejak awal tahun," kata pelayan Marry Caffe.
Hal serupa dikeluhkan Aldi pelanggan kedai Wong Solo. (*)