Kamis, 5 Maret 2026

Proyek Drainase Jl Nani Wartabone-Gorontalo Mengancam Keselamatan Siswa SD

Salah satu yang terdampak pengerjaan drainase itu adalah SDN 31 Kota Selatan, Kota Gorontalo. Drainase selebar kurang lebih 1,5...

Tayang:
zoom-inlihat foto Proyek Drainase Jl Nani Wartabone-Gorontalo Mengancam Keselamatan Siswa SD
TribunGorontalo.com/AprisNawu
Jembatan kayu dibangun secara sukarela oleh guru SDN 31 Kota Selatan Kota Gorontalo. Jembatan inilah yang digunakan guru dan siswa menyebrangi proyek drainase di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Proyek pengerjaan drainase di sepanjang Jl Nani Wartabone atau eks Jl DI Panjaitan, mengancam keselamatan warga terutama siswa Sekolah Dasar (SD). 

Sepanjang 1 km Jl Nani Wartabone Kota Gorontalo, kini masih dalam tahap pengerjaan. Proyek senilai Rp 25 miliar itu meliputi peningkatan mutu jalan, pembongkaran median jalan, serta pengerjaan drainase di sisi kiri dan kanan jalan. 

Salah satu yang terdampak pengerjaan drainase itu adalah SDN 31 Kota Selatan, Kota Gorontalo. Drainase selebar kurang lebih 1,5 meter berada di depan sekolah itu. Hanya ada jembatan kayu yang disediakan untuk menyeberangi drainase

Kepada TribunGorontalo.com, Rahmat Abubakar, guru di sekolah itu menjelaskan, untuk menjaga keselamatan siswa, pihaknya melakukan penjagaan ketat di pagar masuk sekolah. 

"Supaya tidak terjadi masalah lagi kami dari  sekolah hanya menutup pagar setengah saja" tegas Rahmat. 

Drainase dengan ketinggian yang mencapai tiga kali tinggi anak-anak SD itu, kini tergenang air. Bahaya jika kemudian anak didiknya jatuh ke genangan air. Apalagi jembatan yang dipakai untuk menyeberang hanyalah terbuat dari papan. 

"Jadi kami akan mengawal, menjaga, dan lebih maspada jangan sampai siswa keluar pagar bersamaan,  dikhawatirkan jatuh di drainase.” ungkap Rahmat. 

Meski sejak proyek itu dikerjakan tidak pernah ada kejadian siswanya jatuh, namun tetap saja dirinya tidak menginginkan hal itu terjadi. 

"Kami selalu mengingatkan supaya tidak terjadi apa-apa kepada siswa melewati papan tersebut" tutur dia.

Ia hanya berharap, otoritas pemerintah serta kontraktor, segera mempercepat pengerjaan jalan itu. Harus ada solusi jika memang terjadi masalah dalam pengerjaan. 

“Terakhir lebih cepat lebih baik pengerjaan ini selesai tepat waktu.” ungkap Rahmat. 

Proyek Jl Nani Wartabone dikerjakan sejak 31 Desember 2021. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Gorontalo, Marten Taha. 

Kontraktor asal Jakarta, PT Cahaya Mitra Nusantara tercatat sebagai pemenang tender proyek ini. Perusahaan itu berkantor di Gedung Sinar Kasih Lantai 4 Jalan Dewi Sartika, nomor 136 D Cawang, Jakarta Timur, DKI Jakarta. 

Namun, dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Gorontalo, pemenang berkontrak adalah PT Mahardika Permata Mandiri, perusahaan yang berkantor di Jalan Medan Banda Aceh. Harga penawaran yang diajukan Rp 23,9 miliar. 

Proyek bernama Peningkatan Jalan Nani Wartabone tercatat dengan nomor tender 1137685 di LPSE. Tender dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada 30 Agustus 2021. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved