'Survei' Capres, Projo Jatim: Mereka Spontan Merespons Pak Ganjar
Agenda Musra (Musyawarah Rakyat) merupakan keputusan final Rakernas V Projo di Balkondes Ngargogondo Borobudur Magelang.
"Begitu dan seterusnya,” kata Azhari.
Melanjutkan, ditanya soal mengarah kepada Ganjar Pranowo, Projo Jatim Azhari mengatakan secara prinsip “ojo kesusu” jangan terburu-buru meskipun hasil roadshow menjawab Ganjar Pranowo.
Ini Pra Musra, konfirmasi atau konfrontir di awal di akar rumput itu sangat penting. Agar terukur, semua cara dan pendekatan dilakukan itu juga bersama cabang-cabang Projo di 38 Kab/Kota.
“Faktanya itu dilapangan, Ganjar Pranowo mayoritas. Apakah Projo Jatim putuskan mendukungnya, proporsional saja nanti, wait and see dulu lah, ini kan roadshow random access dan hasil observasi verbal dengan para ketua cabang-cabang Projo di daerah, ini upaya juga,” tegas Azhari.
Azhari membeberkan, Presiden Jokowi di Rakernas menyampaikan 'ojo kesusu' soal siapa yang akan didukung. Artinya, Projo Jatim akan step by step.
"Pertama akomodir serapan aspirasi-aspirasi hasil roadshow. Kedua, Musra DPD akomodir cabang, Ketiga, keputusan dan diputuskan oleh Ketua Umum DPP Projo, bulatnya nanti ya Ketum bersama Dewan Pembina,” bebernya.
Azhari membeberkan, di tahun 2019 Jawa Timur kemenangan Jokowi 7,7 juta suara. Meraup 65,7 persen. Jokowi tercatat menang di 32 daerah dari 38 Kab/Kota. Ada 6 daerah kekalahan, yakni Bondowoso, Situbondo, Pacitan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Kekalahan tebal di 2 daerah di pulau Madura, yakni Sampang dan Pamekasan.
“Roadshow juga di daerah kekalahan itu, seperti Sampang dan Pacitan. Masyarakat masih mendominasi Pak Ganjar Pranowo. Meskipun kami tahu ke depan masih ada dinamika politik. Ya, ayyo monggo kita lihat bersama perkembangan di lapangan, semua bisa merubah itu,” tegas Azhari.
Koalisi Indonesia Bersatu Sebagai Manuver Cerdas
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, berpendapat apa yang dilakukan Partai Golkar bersama PAN dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) adalah manuver cerdas.
Sebagai partai yang telah berdiri lama, Budi mengatakan Golkar punya kehebatan dalam membaca situasi jelang Pemilu 2024.
"Dia sadar betul tadi '2024 siapa nih?' koalisinya dulu, baru capres-cawapres, kan begitu. Dia grouping dulu. Ini sebenarnya koalisi yang dibangun oleh Golkar, PAN, dan PPP ini menurut saya cerdas," kata Budi dalam Adu Perspektif di kanal Youtube Total Politik, dilihat Kamis (26/5/2022).
Budi menyebut dengan adanya pembentukan koalisi ini, bakal mencegah benturan hingga ke akar rumput.
"Tapi maksud saya, Golkar ini, dengan PAN dan PPP, di bawah enggak tabrakan. Jadi ini mengunci ada tiga sampai empat partai dengan manuver ini, di luar PDI dan Gerindra, ya Nasdem, Demokrat, PKS sudah terkunci." kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/220122-Ganjar.jpg)