Jenderal Rusia Tewas di Ukraina, Pesawatnya Dihantam Rudal Stinger

Seorang jenderal Rusia dilaporkan tewas dalam perang di Ukraina karena serangan rudal. Mayor Jenderal Kanamat Botashev (63).

Editor: Lodie Tombeg
SERGEI SUPINSKY/kompas.com
Prajurit Pasukan Militer Ukraina memindahkan Rudal FIM-92 Stinger buatan AS, sistem pertahanan udara portabel-man (MANPADS), yang beroperasi sebagai rudal permukaan-ke-udara (SAM) pelacak inframerah, dan bantuan militer lainnya yang dikirim dari Lituania ke Bandara Boryspil di Kyiv pada Minggu (13/2/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang jenderal Rusia dilaporkan tewas dalam perang di Ukraina karena serangan rudal. Mayor Jenderal Kanamat Botashev (63), dilaporkan menjadi salah satu perwira tinggi militer Rusia yang tewas dalam perang di Ukraina.

BBC Rusia melaporkan, Botashev tewas ketika pesawat yang diterbangkannya, Su-25, terkena rudal Stinger saat mengudara atas wilayah Luhansk.

Rusia menambahkan bahwa Botashev sebelumnya telah pensiun dan tidak menerbangkan pesawat dalam satu dekade.

Tidak jelas mengapa dia kembali ke kokpit Su-25 meski telah pensiun, sebagaimana dilansir New York Times, Selasa (24/5/2022).

Di sisi lain, pejabat Ukraina mengumumkan penembakan pesawat Su-25 tersebut bersama dengan foto puing-puingnya.

Seorang pilot Rusia mengatakan kepada BBC Rusia bahwa Botashev merasa berkewajiban untuk mengangkat senjata melawan Ukraina.

Pilot tersebut menambahkan kepada BBC Rusia bahwa kembalinya Botashev ke kokpit pesawat menunjukkan bahwa Rusia kekurangan pilot yang memenuhi syarat.

Selain Botashev, New York Times melaporkan ada lebih dari selusin jenderal Rusia yang terbunuh di palagan perang Ukraina.

260522-Kanamat Botashev
Mayor Jenderal Kanamat Botashev

Selain itu, lebih dari 40 kolonel diyakini tewas dalam konflik yang semakin berdarah di Ukraina. Pejabat Rusia belum mengonfirmasi atau mengomentari kematian Botashev yang dilaporkan.

Jadi Awal Perang Dunia Ketiga

Invasi Rusia ke Ukraina terancam menjadi “awal dari perang dunia ketiga” yang bisa berarti akhir dari peradaban, veteran filantropis dan mantan pemodal George Soros memperingatkan. Dalam kritik pedasnya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan rekanannya dari China Xi Jinping di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Soros memperingatkan bahwa rezim otokratis sedang berkuasa dan ekonomi global sedang menuju depresi.

"Invasi itu mungkin merupakan awal dari perang dunia ketiga dan peradaban kita mungkin tidak akan selamat darinya," kata meningkatkan retorika suram dunia ke level baru akibat perang di Ukraina di tengah forum ekonomi dunia itu.

“Invasi ke Ukraina tidak datang tiba-tiba. Dunia semakin terlibat dalam perjuangan antara dua sistem pemerintahan yang bertentangan satu sama lain: masyarakat terbuka dan masyarakat tertutup.”

Mantan pemilik hedge fund berusia 91 tahun itu mengatakan gelombang mulai berbalik melawan masyarakat terbuka, setelah serangan teroris 9/11 di AS pada 2001.

“Rezim represif sekarang sedang berkuasa dan masyarakat terbuka dikepung. Hari ini China dan Rusia menghadirkan ancaman terbesar bagi masyarakat terbuka,” ujarnya sebagaimana dilansir Guardian pada Rabu (25/5/2022).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved