Proyek Jalan Nani Wartabone Gorontalo
Jalan Nani Wartabone; Kawasan Perputaran Uang Terbanyak di Kota Gorontalo
Padahal, jalan yang membentang di tiga kelurahan itu, adalah ruas segitiga emas bisnis dan jasa tersibuk di pusat Kota Gorontalo.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kendati sudah dikerjakan sejak akhir Desember 2021, hingga kini proyek peningkatan Jalan Nani Wartabone masih jauh dari rampung.
Padahal, jalan yang membentang di tiga kelurahan itu, adalah ruas segitiga emas bisnis dan jasa tersibuk di pusat Kota Gorontalo.
Dalam catatan TribunGorontalo.com, setidaknya ada 10 bank multinasional berkantor di jalan yang sudah tiga kali berganti nama ini -- Jl Ahmad Yani lalu, Jl DI Panjaitan, dan terakhir Jl Nani Wartabone.
Belasan bank itu yakni BCA, BNI, BRI, BTN, Bank Mega, Bank Mandiri, Bank Muamalat, BSI, Bank Danamon, MayBank, dan Panin Bank.
Baca juga: Breaking News: Progress Proyek Rp 25 M Jl Nani Wartabone Kota Gorontalo Masih 25 Persen
Sekadar informasi, BCA adalah bank nasional dengan aset Rp 1.228,3 triliun hingga akhir Desember 2021. Sementara BNI akhir Desember 2021 mencatatkan aset Rp 964,8 triliun. Sedangkan aset bank Mandiri secara konsolidasi mencapai Rp 1.726 triliun hingga akhir 2021.
Selain bank cabang utama nasional, di ruas jalan penghubung tugu Bundaran Saronde dan Gerbang kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) itu, berdiri pula sejumlah kantor pembiayaan (finance).
Ada Adira Finance, Mandiri Utama Finance, Mandala, dan FIF Astra, FIP Go, BCA Finance dan Mandiri Taspen.
Jalan itu juga jadi kantor sejumlah diler mobil dan motor, yakni Toyota Hasjrat, Honda, Yamaha, Suzuki, Nissan, Kawasaki, Wuling, VIAR, serta sejumlah minimarket berjejaring nasional, seperti Indomaret, dan Alfamart.
Kantor layanan publik Balaikota dan Rumah Jabatan Wali Kota Gorontalo pun ada di kawasan ini.
Lalu ada, kampus I UNG, kantor PT Pos Indonesia, RS Siti Khadijah, BKD Kota Gorontalo, SPBU, dan sejumlah lembaga pendidikan.
Kontraktor asal Jakarta, PT Cahaya Mitra Nusantara tercatat sebagai pemenang tender proyek ini. Perusahaan itu berkantor di Gedung Sinar Kasih Lantai 4 Jalan Dewi Sartika, nomor 136 D Cawang, Jakarta Timur, DKI Jakarta.
Baca juga: Jalan Nani Wartabone Dikerjakan Kontraktor Asal Aceh dan Jakarta
Namun, dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Gorontalo, pemenang berkontrak adalah PT Mahardika Permata Mandiri, perusahaan yang berkantor di Jalan Medan Banda Aceh. Harga penawaran yang diajukan Rp 23,9 miliar.
Proyek bernama Peningkatan Jalan Nani Wartabone tercatat dengan nomor tender 1137685 di LPSE. Tender dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada 30 Agustus 2021.
Nilai pagu paket anggaran tercatat Rp 25 miliar, lalu nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat di angka Rp 24,9 atau selisih Rp 94,3 juta.
Ada 74 perusahaan yang tercatat mengikuti tender proyek menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut.
Sebelumnya tender proyek ini sempat gagal sebanyak dua kali. Tender pertama dibuka pada 29 Juni 2021 dan tender kedua dibuka 13 Juli 2021.
Tender pertama gagal karena setelah masa aanwijzing berakhir, terdapat hal-hal atau ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung.
Karena itu Kuasa Pengguna Anggaran melakukan Addendum terhadap Dokumen Rancangan Kontrak berkaitan dengan Kualifikasi Penyedia dan Peralatan utama yang disyaratkan.
Sementara tender kedua dibatalkan, karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran sebagaimana yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan BAB III INSTRUKSI KEPADA PESERTA Huruf G.
Pantauan TribunGorontalo.com, Rabu (25/5/2022), fokus utama proyek sejak Mei hingga Juni 2022, masih pencetakan konstruksi gorong-gorong.
Ada puluhan pekerja sejak pagi mulai mengaduk semen, serta dua unit excavator dan lima truk pengangkut material berada di lokasi.
Marten Taha, Wali Kota Gorontalo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Peningkatan Jalan Nani Wartabone di Kota Gorontalo pada 31 Desember 2021.
Keluhan paling meresahkan dan memicu insiden dan mengganggu kesehatan lingkungan adalah sanitasi air buangan pemukiman warga.
"Ini pelayanan kami terganggu, banyak debu dan parkiran susah sejak awal tahun," kata pelayan Marry Caffe.
Hal serupa dikeluhkan Aldi pelanggan kedai Wong Solo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BCA-di-kawasan-Jl-Nani-Wartabone.jpg)