Air PDAM Bone Bolango Keruh dan Bau, Masyarakat Menjerit
Sejak Kamis (26/5/2022), air yang dialirkan ke rumah-rumah warga berwarna kecoklatan. Tampak air itu bercampur lumpur. Baunya pun menyengat.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Masyarakat Kabupaten Bone Bolango menjerit, sebab kualitas air bersih yang dikelola oleh perusahaan air minum daerah (Perumda) Bone Bolango, dinilai buruk.
Sejak Kamis (26/5/2022), air yang dialirkan ke rumah-rumah warga berwarna kecoklatan. Tampak air itu bercampur lumpur. Baunya pun menyengat.
Kondisi itu dialami warga sejak beberapa hari yang lalu. Oslan salah satu warga yang mengeluhkan hal itu kepada TribunGorontalo.com.
Meski kondisi seperti itu tidak terjadi setiap hari, namun tetap saja kata dia menyulitkan masyarakat.
Apalagi, tidak hanya air yang berwarna, kadang kala airnya mati dan tidak mengalir.
"Dua minggu yang lalu air PDAM mengalir warna coklat, untung tidak berbau, tapi sekarang air mati lagi (padahal) belum penuh bak," kata Oslan warga Bone Bolango, Kamis (26/5/2022).
Karena itu, dia terpaksa warga harus merogoh kocek untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kita sudah habis komplain langsung airnya seperti biasa lagi, kotor-kotor sedikit. Kadang 2 hari tidak mengalir makanya kita harus pesan air tandon harganya Rp 50 ribu per tandon," ujar Oslan.
Hingga berita ini dimuat, pihak PDAM Bone Bolango belum memberikan tanggapannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-air-keruh-yang-disebut-Oslan-dari-pipa-air-minum-Perumda-Bone-Bolango.jpg)