Harapan Baru Perdamaian Timur Tengah, Hubungan Diplomatik Turki dan Israel Mencair
Harapan baru bagi perdamaian di Timur Tengah. Cairnya hubungan diplomatik Turki dengan Israel akan membantu Palestina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Erdogan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Harapan baru bagi perdamaian di Timur Tengah. Cairnya hubungan diplomatik Turki dengan Israel akan membantu Palestina.
Ini dikatakan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada Senin (23/5/2022), dalam perjalanan pertama diplomat tinggi Ankara itu ke Israel setelah 15 tahun.
Dilansir AFP, Cavusoglu, yang bertemu dengan pejabat Palestina di Tepi Barat yang diduduki pada hari Selasa (24/5/2022), berada di Yerusalem ketika Turki dan Israel berusaha memperbaiki hubungan menyusul kerusakan yang dimulai selama operasi militer Israel di Gaza pada tahun 2008.
Cavusoglu dan mitranya dari Israel Yair Lapid menekankan bahwa hubungan ekonomi kedua negara terus tumbuh meskipun bertahun-tahun terjadi perselisihan antara kedua negara. "Kami tidak akan berpura-pura bahwa hubungan kami belum mengalami pasang surut," kata Lapid.
"Bahkan di saat ketegangan politik, kerja sama ekonomi antara negara kita terus meningkat," tambanya. Cavusoglu mencatat bahwa Turki adalah 10 mitra dagang teratas bagi Israel dan tujuan utama bagi wisatawan Israel.
Dia juga menyuarakan harapan bahwa memperdalam hubungan dapat menghasilkan manfaat bagi Palestina.
"Kami percaya normalisasi hubungan kami akan berdampak positif pada penyelesaian konflik secara damai," katanya.
Cavusoglu mengklaim bahwa dialog antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan timpalannya dari Israel Isaac Herzog membantu "menjaga ketenangan" selama periode tegang di Yerusalem tahun ini.
Ini terutama terjadi di saat terjadi bentrokan meluas saat bulan suci Ramadhan dan hari raya Paskah Yahudi. "Turki siap bertanggung jawab untuk melanjutkan upaya menuju dialog (Israel-Palestina)," kata Cavusoglu.
Israel dan Turki menyambut era baru dalam hubungan ketika Herzog bertemu dengan Erdogan di Ankara pada bulan Maret lalu.
Erdogan tetap menjadi pendukung vokal perjuangan Palestina tetapi para analis mengatakan dia ingin hubungan yang lebih baik dengan Israel untuk meningkatkan ekonomi Turki yang sedang berjuang, termasuk melalui inisiatif gas bersama.
Cavusoglu dan Lapid pun pada hari Rabu (25/5/2022) sepakat membentuk proses formal yang akan memungkinkan kapal induk Israel mendarat di Turki dan memperbarui komisi ekonomi bilateral.
Diplomat Turki itu sebelumnya telah mengunjungi peringatan Holocaust Yerusalem Yad Vashem dan menuju ke kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur yang dicaplok Israel, situs tersuci ketiga Islam.
Erdogan: Turki dan Arab Saudi Akan Aktifkan Potensi Ekonomi Akbar
Turki dan Arab Saudi memiliki keinginan yang sama untuk mengaktifkan kembali potensi ekonomi yang besar antara kedua negara.
Hal tersebut diucapkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (30/4/2022) sekembalinya dari kunjungannya di Arab Saudi.
Berbicara kepada wartawan dalam penerbangan kembali dari Arab Saudi, Erdogan mengatakan kedua pihak bertekad untuk mempercepat upaya untuk kepentingan bersama dan stabilitas kawasan.
“Kami setuju dengan Arab Saudi untuk mengaktifkan kembali potensi ekonomi yang besar melalui organisasi yang akan menyatukan investor kami,” kata Erdogan, sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam kunjungan dua harinya, Erdogan bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai masalah internasional, regional, dan bilateral.
“Kami mengumumkan bahwa kami, sebagai Turki, akan mendukung mereka dalam upaya mereka untuk menjadi tuan rumah EXPO 2030 di Riyadh,” tutur Erdogan.
Kunjungan Erdogan menandai puncak dari upaya pemulihan hubungan kedua negara, termasuk membatalkan persidangan atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul pada 2018.
Kantor Erdogan mengatakan Raja Arab Saudi-lah yang mengundangnya.
Sejumlah analis dan pejabat mengatakan, pendanaan dari Arab Saudi dapat membantu Turki meringankan kesengsaraan ekonominya, termasuk melonjaknya inflasi, menjelang pemilihan presiden tahun depan.
Hubungan kedua negara Hubungan antara Turki dan Arab Saudi sempat memburuk setelah Khashoggi dibunuh oleh regu pembunuh Saudi di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2018.
Pada saat itu, Erdogan menuduh "tingkat tertinggi" pemerintah Arab Saudi memberikan perintah. Tetapi setelah itu, Ankara melunakkan nadanya.
“Saya yakin kunjungan saya akan menandai era baru dalam hubungan antara kedua negara kami. Kami telah menunjukkan keinginan bersama kami untuk meningkatkan hubungan,” papar Erdogan.
Erdogan menegaskan kembali perlunya era baru dalam kebijakan luar negeri dan mengatakan ini adalah proses berteman dan bukan musuh dengan negara-negara yang sepemikiran.
Turki juga telah berupaya untuk memperbaiki hubungan sudah terlalu lama tegang dengan Israel. Diplomat top Ankara bahkan akan berkunjung ke Israel pada Mei. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menlu Turki: Cairnya Hubungan Diplomatik Turki dan Israel Bisa Membantu Palestina"