Kolonel Priyanto

Hari Ini Sidang Duplik Kolonel Priyanto: Berikan Kesempatan pada Penasihat Hukum

Sidang lanjutan terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terkait kecelakaan di Nagreg, Kolonel Priyanto.

Editor: lodie tombeg

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Sidang lanjutan terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terkait kecelakaan di Nagreg, Kolonel Priyanto, dijadwalkan digelar di Pengadilan Tinggi Militer II Jakarta pada hari ini Selasa (24/5/2022).

Oditur Militer Tinggi Kolonel Sus Wirdel Boy mengatakan agenda sidang hari ini adalah duplik atau jawaban dari pihak Priyanto atas replik yang dibacakan pihak Oditur Militer Tinggi dalam sidang sebelumnya.

Terkait waktu sidang, Wirdel mengatakan menyesuaikan dengan jadwal majelis hakim militer tinggi.

"(Agenda sidang) Duplik. (Waktunya) menyesuaikan dengan jadwal majelis hakim," kata Wirdel saat dihubungi Tribunnews.com pada Senin (23/5/2022).

Dalam sidang sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Militer Tinggi Brigjen TNI Faridah Faisal mengatakan sidang perkara tersebut akan ditunda hingga Selasa (23/5/2022).

"Untuk memberikan kesempatan kepada tim penasehat hukum terdakwa menanggapi replik dari Oditur Militer atau menyusun duplik, sidang akan dilaksanakan Selasa tanggal 24 Mei 2022. Sidang ditunda," kata Faridah.

Dalam sidang tersebut, Wirdel menunjukkan inkonsitensi pernyataan dan kesimpulan dalam nota pembelaan yang disampaikan tim penasehat hukum Priyanto.

Wirdel mengatakan setelah membaca dan meneliti nota pembelaan diajukan tim penasehat hukum terdakwa dalam, dapat disimpulkan nota pembelaan terdakwa disusun secara kurang hati-hati karena terdapat pernyataan dan kesimpulan yang tidak konsisten.

Pertama, kata dia, tim penasehat hukum terdakwa menyatakan bahwa Priyanto menyangkal keterangan saksi 4 sampai saksi 12 yang menerangkan bahwa Handi Saputra masih hidup di tempat kejadian kecelakaan.

Hal tersebut disampaikan dalam sidang dengan agenda replik di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada Selasa (17/5/2022).

"Sesuai fakta yuridis hanya keterangan saksi 4, 5, 6 dan 7 lah yang menerangkan bahwa Saudara Handi masih hidup di tempat kejadian kecelakaan," kata Wirdel.

Kedua, kata Wirdel, pada halaman 33, tim penasehat hukum Priyanto menyatakan karena dakwaan Oditur Militer Tinggi disusun secara kumulatif, maka karena dakwaan kesatu primer dan dakwaan alternatif pertama oditur militer tinggi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan maka seluruh dakwaan oditur militer tinggi harus ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima.

Akan tetapi, kata dia, pada halaman 33 alinea kedua tim penasehat hukum Priyanto mwmohon majelis hakim menyatakan bahwa Priyanto tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagai mana yang didakwakan oleh oditur militer tinggi pada dakwaan kesatu primer pasal 340 jo pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP dan dakwaan kedua alternatif pertama pasal 328 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Tanpa menyebutkan pasal 181 kuhp juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," lanjut Wirdel.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved