Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Turun Tangan Atur Operasional Teknis Serangan ke Ukraina
Entah apa strategi Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia disebut turun langsung mengatur teknis operasional lapangan dalam perang Rusia di Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/170522-Luhansk.jpg)
Kendati demikian, pergerakan pasukan Rusia di lapangan berhasil digagalkan.
Menurut laporan CNN, di wilayah Chernihiv utara Kyiv, Vyacheslav Chaus, kepala administrasi militer, mengatakan Rusia "menembakkan rudal ke desa Desna pagi ini. Ada yang tewas dan banyak yang terluka."
Tidak jelas apa yang ditargetkan Rusia, Chaus sendiri tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Wilayah Desna berjarak sekitar 64 kilometer dari perbatasan dengan Belarus.
Belakangan ini, serangan rudal dan artileri Rusia meningkat di beberapa daerah perbatasan.
Di wilayah Sumy di timur laut, Staf Umum militer Ukraina mengatakan pada Selasa bahwa Rusia telah menembakkan artileri melintasi perbatasan.
Kepada administrasi militer wilayah Sumy, Dmytro Zhyvytskyy, mengatakan bahwa kelompok sabotase dan pengintaian Rusia telah mencoba melintasi perbatasan.
"Ada pertempuran yang sangat serius. Mortar, peluncur granat, senjata kecil digunakan," katanya.
Rusia juga melaporkan pertukaran serangan di wilayah tersebut.
Gubernur wilayah Kursk Rusia, Roman Starovoit, mengatakan bahwa pada Selasa pagi ini senjata kaliber besar ditembakkan ke desa perbatasan dan beberapa rumah rusak.
Dia mengatakan tidak ada korban dan penjaga perbatasan Ukraina telah membalas.
Di sepanjang garis depan di Luhansk dan Donetsk, Ukraina melaporkan upaya berkelanjutan oleh pasukan Rusia untuk maju di beberapa daerah tetapi semua klaim ditolak.
Staf Umum mengatakan di daerah yang diperebutkan di sekitar Severodonetsk, Oblast Luhansk, Rusia telah menyerang wilayah Syrotne tetapi "menderita kerugian selama pertempuran dan menarik pasukannya."
Tetapi tembakan artileri dan serangan udara terus berlanjut.
Kepala administrasi militer Luhansk, Serhii Hayday, mengatakan Rusia menyerang dua gedung rumah sakit dan fasilitas produksi di Severodonetsk dan ada juga serangan udara di daerah Popasna.
Secara keseluruhan, kata dia, 10 warga sipil tewas dalam penembakan terbaru.
Hayday mengatakan rumah sakit utama di Severodonetsk kembali terkena serangan.