Kenakan Pakaian Adat saat Peringati Hardiknas-Harkitnas, Ini Pesan Bupati Anas

Pemerintah Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com/Ronald Rampi
Bupati Boalemo Anas Jusuf mengenakan pakaian adat saat memimpin upacara Hardiknas di Alun-alun Tilamuta. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta - Pemerintah Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tingkat Kabupaten Boalemo.

Upacara yang digelar di Alun-alun Tilamuta pada Selasa(17/5/2022) ini menampilkan pemandangan yang berbeda.

Dimana, Bupati Boalemo Anas Jusuf dan seluruh jajaran Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dilingkungan pemerintah daerah Kabupaten Boalemo terlihat tidak mengenakan pakaian dinas seperti pada umumnya. Malahan, mengenakan pakaian adat Gorontalo atau yang biasa disebut Takowa.

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Boalemo melalui Sekretaris Diknas Risman Bantahari mengungkapkan bahwa penggunaan pakaian adat dalam pelaksanaan upacara Hardiknas dan Harkitnas merupakan instruksi dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Tekhnologi (Mendikbud-Ristek) RI.

"Untuk peringatan Hardiknas pada tahun ini, bapak Mendikbud telah menginstruksikan agar supaya dalam upacara semua pejabat bisa menggunakan pakaian adat," tandas Risman.

Menurutnya, momentum Hardiknas menjadi sebuah semangat untuk bisa terus melestarikan kebudayaan melalui jenjang pendidikan.

Bupati Boalemo Anas Jusuf saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Tekhnologi (Mendikbud-Ristek) RI menyampaikan bahwa selama dua tahun terakhir ini,banyak tantangan yang dihadapi bersama.

Menurutnya, Pandemi Covid-19 adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan kita tidak mungkin mengatasinya. "Namun kita berharap melewati semuanya secara bersama-sama," ungkap Bupati.

Selanjutnya, melalui sambutan tersebut, Mendikbud-Ristek juga menghimbau agar siswa dan siswa pelajat tidak perlu meragukan pelaksanaan tes kelulusan.

"Asesmen Nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk menghukum guru atau murid,tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih eksulisif," pesan Mas Menteri Nadiem yang dibacakan oleh Bupati Boalemo tersebut.

Upacara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Sherman Moridu, Forkopimda, para asisten, staf Ahli Bupati,pimpinan OPD dan di ikuti Para ASN serta para siswa SD dan SMP. (nal)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved