Rabu, 4 Maret 2026

Tak Hanya Orang Dewasa, Anak-anak Juga Rentan Kena Kolesterol

Kolesterol adalah jenis lipid khusus yang disebut steroid, suatu lipid yang memiliki struktur kimia empat cincin atom karbon.

zoom-inlihat foto Tak Hanya Orang Dewasa, Anak-anak Juga Rentan Kena Kolesterol
kompas.com
ilustrasi Kolesterol 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kolesterol merupakan penyakit awam yang sering menyerang orang dewasa pada umumnya.

Kolesterol adalah jenis lipid khusus yang disebut steroid, suatu lipid yang memiliki struktur kimia empat cincin atom karbon.

Kolesterol tinggi ialah kondisi saat kadar kolesterol di dalam darah melebihi batas normal.

Apabila dibiarkan, kolesterol yang berlebihan bisa menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

Kabar yang beredar saat ini menyebutkan jika anak-anak tidak perlu khawatir tentang kolesterol.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik dan Diabetes, dr Indra Wijaya menanggapi jika hal ini adalah mitos.

Menurut dr Indra kolesterol pada anak-anak memang tidak bergejala seperti pada orang dewasa.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik dan Diabetes, dr Indra Wijaya yang dilansir Tribunhealth.com, dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 07 Mei 2022.

Akan tetapi, di dalam deadline atau terapi kedokteran perlu dilakukan screening untuk pasien-pasien khusus pada anak-anak yang kegemukan atau obesitas serta yang memiliki riwayat keluarga mengalami penyakit jantung atau stroke.

Baca juga: Sering Mengunyah Di Satu Sisi Dapat Merusak Kesehatan Gigi, Simak Penjelasan Dokter Ahli

 "Mereka mempunyai screening dan batas terapi pada anak-anak," sambungnya.

"Itu tentunya dimiliki oleh dokter anak, tetapi di dalam deadline kedokteran ada," ucap Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik dan Diabetes, dr. Indra Wijaya.

"Jadi ada anak-anak atau remaja yang diterapi," lanjutnya.

Tentunya hal ini diperlukan konsultasi dengan dokter anak terkait penyakit yang disebut dengan sindrom metabolik.

Dimana berupa kolesterol tinggi, kegemukan, darah tinggi atau hipertensi dan sebagainya.

"Itu tetap diperlukan screening dan terapi, jika diperlukan," imbuhnya.

Di dalam masyarakat juga terdapat anggapan jika risiko tinggi kolesterol meningkat kemungkinan mengalami diabetes melitus tipe-2.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik dan Diabetes, dr. Indra Wijaya anggapan ini adalah fakta.

"Jadi kolesterol tinggi itu atau lemak darah itu berputar di dalam pembuluh darah dan bisa menyumbat dimanapun atau menempel dimanapun," tuturnya.

Pasalnya kolesterol bisa menempel di otak, dimana jika terlalu banyak sumbatan menyebabkan seseorang mengalami stroke.

Apabila terjadi sumbatan cukup banyak di organ jantung bisa menyebabkan serangan jantung koroner.

Sementara jika terjadi sumbatan di organ hati menjadi perlemakan hati.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik dan Diabetes, dr. Indra Wijaya menambahkan jika terjadi di pankreas disebut sebagai fatty pankreas.

Diketahui jika pankreas adalah organ yang mengatur gula darah terkait dengan penyakit diabetes.

Apabila fatty pancreas atau pankreas diselimuti oleh banyak lemak akan menyebabkan gangguan metabolisme glukosa atau gula darah yang akhirnya menyebabkan kencing manis atau diabetes melitus tipe 2.

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik dan Diabetes, dr. Indra Wijaya dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 07 Mei 2022. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunhealth.com dengan judul Tak Hanya Orang Dewasa, Anak-anak Juga Perlu Khawatir Mengalami Kolesterol Tinggi, https://health.tribunnews.com/2022/05/13/tak-hanya-orang-dewasa-anak-anak-juga-perlu-khawatir-mengalami-kolesterol-tinggi?page=2.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved