Elon Musk Bela Donald Trump, Ini Tawarnya ketika Membeli Twitter
Elon Musk, miliarder pemilik Tesla mengatakan akan membatalkan penangguhan akun pribadi mantan Presiden AS Donald Trump di Twitter.
TRIBUNGORONTALO.COM, Washington - Elon Musk, miliarder pemilik Tesla mengatakan akan membatalkan penangguhan akun pribadi mantan Presiden AS Donald Trump di Twitter, jika pembeliannya terhadap perusahaan media sosial itu berhasil.
Saat tampil di konferensi “Future of the Car” pada Selasa (10/5/2022) kemarin Elon Musk mengungkapkan, Twitter telah menerima tawarannya untuk membeli perusahaan tersebut pada 25 April lalu.
Namun Musk mengatakan kesepakatan tersebut akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan.
Menurut Musk, penangguhan Twitter terhadap akun pribadi Trump secara moral adalah sebuah kesalahan, karena melarang kebebasan seseorang untuk bersuara.
“Larangan permanen harus sangat jarang dan benar-benar disediakan untuk akun yang bot, atau scam, akun spam," ujar Elon Musk.
Pengusaha dan tokoh bisnis AS Elon Musk memberi isyarat selama kunjungan di pabrik Tesla Gigafactory yang sedang dibangun, pada 13 Agustus 2021 di Gruenheide dekat Berlin, Jerman timur.
"Saya pikir itu tidak benar untuk melarang Donald Trump. Saya pikir itu adalah kesalahan, karena mengasingkan sebagian besar negara dan pada akhirnya tidak membuat Donald Trump tidak bersuara,” kata dia seperti dikutip Foxbusiness.
Pria berusia 50 tahun ini menambahkan, ia berencana membatalkan penangguhan secara permanen akun Twitter Donald Trump, jika berhasil melakukan pembelian perusahaan itu.
“Saya akan membatalkan larangan permanen. Saya belum memiliki Twitter. Jadi ini bukan hal yang pasti akan terjadi, karena bagaimana jika saya tidak memiliki Twitter?” tambah Musk.
Musk juga mengatakan mantan CEO Twitter Jack Dorsey setuju dengan langkahnya, namun Dorsey belum secara terbuka menanggapi klaim tersebut.
Akun pribadi milik Trump telah ditangguhkan secara permanen dari Twitter pada 8 Januari 2021 lalu, karena alasan “risiko penghasutan kekerasan lebih lanjut”.
Sebelumnya Trump mengatakan dia tidak akan kembali ke Twitter, bahkan jika platform media sosial itu menawarinya kesempatan. Trump menambahkan, ia akan menggunakan platform Truth Social-nya.
“Saya tidak akan menggunakan Twitter, saya akan tetap menggunakan Truth. Saya berharap Elon membeli Twitter karena dia akan membuat perbaikan untuk itu, dan dia adalah orang yang baik, tapi saya akan tetap pada Truth.” ujar Trump pada 25 April lalu.
Ambisi Perbesar User
Elon Musk sendiri berambisi membesarkan bisnis Twitter dengan memacu jumlah pengguna bulanan Twitter dari 217 juta di akhir 2021 menjadi hampir 600 juta di 2025 dan 931 juta pengguna pada 2028.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/120522-Donald-Trump.jpg)