Penyebab Keterlambatan Erupsi Pada Gigi Anak

Biasanya kejadian ini sering dialami, diakibatkan atau dipicu oleh kejadian trauma atau traumatic case termasuk pada kondisi kelainan gigi.

Editor: Fajri A. Kidjab
Tribunnews.com
Ilustrasi gigi anak 

TRIBUNGORONTALO.COM - Keterlambatan erupsi pada bayi dibedakan menjadi dua, yaitu keterlambatan erupsi secara lokal dan keterlambatan erupsi yang bersifat menyeluruh.

Untuk keterlambatan erupsi secara lokal, maksudnya hanya melibatkan satu atau beberapa gigi saja.

Biasanya kejadian ini sering dialami, diakibatkan atau dipicu oleh kejadian trauma atau traumatic case termasuk pada kondisi kelainan gigi.

Kelainan yang dipicu oleh kejadian trauma, dapat memicu kejadian keterlambatan gigi dimana kejadian trauma tersebut bisa memicu kejadian Ankilosis gigi.

Ankilosis diawali oleh trauma maupun infeksi kronis sehingga kondisi ini menginfeksi jaringan periodonsium atau jaringan pendukung gigi.

Jaringan pendukung gigi pada area akar tersebut, karena ada kejadian kerusakan pada jaringan periodonsium maupun epitelium area sekitar gigi yang rusak akibat kejadian trauma tersebut.

Kemudian sementum, bagian terluar dari akar gigi pada area kerusakan akan terdeposit, lalu kodisi ini akan fixsasi pada tulang alveolar.

Dimana kondisi inilah yang memicu kejadian Ankilosis, kejadian menempelnya sementum lapisan terluar dari akar gigi pada tulang alveolus atau tulang penyangga sekitar gigi.

Baca juga: Arus Balik Lebaran, Kasatpel Pelabuhan Gorontalo: Arus Balik Mudik Mengalami Lonjakan

Ankilosis pada gigi susu juga bisa terjadi pada kondisi dimana resorbsi akar gigi susu atau gigi desidui terlambat berlangsung.

Selain oleh kejadian trauma dan penyakit-penyakit periodonsium juga karena satu dan lain hal terjadi proses keterlambatan resorbsi.

Trauma juga dapat memicu kejadian Dilaserasi, sebetulnya kondisi ini merupakan kondisi ideolopatik dimana tidak begitu jelas penyebabnya.

Penyimpangan pada tahap perkembangan dan tumbuhnya gigi yang memicu perubahan hubungan aksial mahkota terhadap akar gigi, masalah ini dipicu oleh kejadian trauma selama proses tumbuh kembangnya gigi.

Semisal anak terkena pukulan atau terbentur meja ketika proses belajar berjalan, maka bisa memicu gigi susu terdesak masuk ke dalam.

Dalam kondisi ini apabila gigi desidui sudah memiliki benih gigi permanen, maka kondisi terdesaknya gigi desidui menuju ke arah gigi permanen penggantinya bisa menekan benih gigi permanen tersebut yang lalu dapat merubah arah aksial gigi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved