Alasan Korea Selatan Istimewakan Megawati

Megawati Soekarnoputri begitu istimewa di mata pemerintah dan rakyat Korea Selatan. Hubungan presiden kelima RI itu.

Editor: Lodie Tombeg
Kompas.com
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat menghadiri pelantikan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, Selasa (10/5/2022).(Dokumentasi PDI-P) Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat menghadiri pelantikan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, Selasa (10/5/2022). 

Namun, hal paling monumental dalam hubungan Soekarno-Kim Il Sung tidak terjadi dalam bentuk kerja sama militer atau aksi heroik di medan perang, melainkan "diplomasi lunak" yang terjadi di Kebun Raya Bogor pada 13 April 1965.

Saat itu Kim Il Sung berkunjung ke Indonesia. Soekarno pun membawa tamunya itu berjalan-jalan ke Kebun Raya Bogor.

Di sana, Kim Il Sung terpesona dengan bunga anggrek yang indah. Bunga itu merupakan hasil silangan penyilang anggrek CL Bundt asal Makassar.

Soekarno lantas memberi tahu Kim Il Sung bahwa bunga itu belum memiliki nama. Ia pun menawarkan nama Kim Il Sung menjadi nama bunga anggrek tersebut. Kim Il Sung mulanya menolak.

Namun Soekarno bersikeras memaksa. Jadilah kemudian bunga anggrek itu dinamai Kimilsungia. Meski bergembira atas pemberian bunga tersebut, Kim Il Sung baru membawanya ke Korea Utara 10 tahun kemudian pada 1975.

Bunga itu kini telah didaftarkan ke lembaga botani di London, Inggris dengan nama Dendrobium Kimilsung Flower. Bunga ini menjadi bunga nasional kebanggaan rakyat Korea Utara sejak 1995.

Adapun Megawati pernah mengungkap bahwa kedekatannya dengan Kim Jong Il terjalin dalam salah satu kunjungan Kim Il Sung ke Indonesia. Saat itu, Megawati masih usia remaja.

"Ketika Presiden Kim Il Sung datang ke Indonesia membawa putranya yaitu Kim Jong Il. Waktu itu kami menemani beliau berdua, sehingga saya mengenal Kim Jong Il," ujar Megawati kepada wartawan di Seoul, usai pertemuan dengan Presiden Moon, Mei 2017.

Megawati pun menyampaikan duka mendalam ketika Kim Jong Il tutup usia pada 17 Desember 2011.

Alasan SIA Nilai Megawati Layak

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri akan menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) Korea Selatan.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto, kontribusi dan komitmen kemanusiaan yang dimiliki Megawati dalam perjuangan mendamaikan konflik Korea Selatan dan Korea Utara menjadi alasan pemberian gelar tersebut.

"Dan SIA, sebelum memberikan gelar profesor kehormatan itu, juga sudah melakukan kajian-kajian terhadap kepemimpinan Megawati dan dedikasinya terhadap kebudayaan," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (8/5/2022).

Tak hanya komitmen kemanusiaan mendamaikan konflik di semenanjung Korea, kata Hasto, Megawati juga dinilai menaruh perhatian besar pada beberapa hal.

Perhatian Mega disebut begitu besar pada demokrasi, lingkungan, dan kebudayaan. Lagi-lagi, alasan itu membuat pihak SIA menilai Megawati layak diberikan gelar profesor kehormatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved