Senin, 18 Mei 2026

Cuaca Panas di Indonesia Tidak Terkait 'Heatwave', Ini Penjelasan BMKG

Cuaca panas dan terik yang terjadi beberapa hari belakangan dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Tanah Air.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Cuaca Panas di Indonesia Tidak Terkait 'Heatwave', Ini Penjelasan BMKG
tribunnews
Ilustrasi cuaca panas 

Beberapa gas di atmosfer Bumi sendiri turut berperan dalam hal ini, misalnya pada kaca di rumah yang memerangkap panas matahari kemudian menghentikannya agar tidak bocor kembali ke angkasa.

Banyak dari gas-gas ini terjadi secara alami, meski berbagai aktivitas manusia disekitarnya meningkatkan konsentrasinya di atmosfer, khususnya pada metana, karbon dioksida (CO2), gas berfluorinasi CO2 dan dinitrogen oksida sebagai gas rumah kaca yang paling umum diproduksi oleh aktivitas manusia serta bertanggung jawab atas 64 % pemanasan global buatan manusia.

2. Peningkatan Emisi

Penyebab perubahan iklim yang kedua berasal dari peningkatan emisi yang diakibatkan oleh ulah manusia.

Misalnya saja pada pembakaran minyak, batu bara, dan gas yang akan menghasilkan dinitrogen oksida dan karbon dioksida.

Hal ini juga disebabkan oleh deforestasi atau penebangan hutan.

Selain itu peningkatan emisi juga disebabkan oleh meningkatnya jumlah peternakan, khususnya pada Sapi dan domba, dimana keduanya menghasilkan metana dalam jumlah besar saat mencerna makanan.

3. Pemanasan Global

Penyebab perubahan iklim lainnya berasal dari aktivitas pemanasan global.

Pembangkit listrik dan instalasi industri lainnya ialah penghasil CO2 utama. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BMKG: Cuaca Panas dan Terik di Indonesia Tidak Terkait 'Heatwave'

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved