Alasan Rusia Batalkan Parade Pesawat 'Kiamat'

Perayaan besar dan pengerahan kekuatan militer. Rusia memperingati Victory Day atau Hari Kemenangan Uni Soviet.

Editor: Lodie Tombeg
tribunnews
Prajurit Rusia berbaris di Lapangan Merah selama parade militer Hari Kemenangan di Moskow tengah pada 9 Mei 2022. 

Peristiwa itu tampaknya telah menarik kerumunan kecil orang-orang yang mengibarkan bendera merah dan membawa bunga.

Aktivis Ukraina di Kherson mengklaim Rusia telah membawa orang-orang dari Krimea untuk meningkatkan jumlah yang hadir.

Pesawat Ilyushin (Angkasa)
Pesawat Ilyushin (Angkasa) (tribunnews)

Media pemerintah Rusia dengan cepat melaporkan perayaan Hari Kemenangan di bagian Ukraina yang diduduki.

Kantor berita pemerintah RIA Novosti melaporkan, di Kherson, sebuah prosesi untuk mengenang para pahlawan Perang Patriotik Hebat berlangsung untuk pertama kalinya.

Vladimir Saldo, kepala pemerintahan kota, memberi selamat kepada penduduk yang berkumpul di Taman Kemuliaan dengan potret kerabat mereka yang berpartisipasi dalam perang, kata kantor berita itu.

Orang-orang dengan bendera Rusia dan spanduk besar dengan tulisan "Resimen Abadi" berjalan dari taman melalui jalan-jalan kota.

Berbeda dengan Kherson, di Mariupol yang telah diduduki Rusia, tidak merayakan Hari Kemenangan.

Seorang penasihat wali kota Mariupol, Petro Andriushchenko, mengatakan tidak ada parade tetapi bunga diletakkan di sebuah peringatan yang baru saja direnovasi oleh separatis yang didukung Rusia.

"Untuk merayakan 9 Mei, penjajah menyalakan api abadi di Savur Mohyla (peringatan perang di oblast Donetsk) dari obor dari api abadi di Moskow," kata Andriushchenko.

"Kombinasi aneh dari tradisi Olimpiade dan Kenaikan Api yang Diberkati pada Paskah adalah demonstrasi terbaik dari esensi Hari Kemenangan bagi orang Rusia," tambahnya.

Secara terpisah, dewan kota Mariupol mengatakan penjajah merayakan Hari Kemenangan di atas tulang belulang penduduk Mariupol.

"Ratusan warga yang terbunuh oleh tentara Rusia terus dibawa ke kuburan massal di dekat desa Vynohradne," katanya.

Pemimpin Republik Rakyat Donetsk (DPR), Denis Pushilin, menyalakan api abadi di Mariupol untuk menandai Hari Kemenangan, menurut video yang dirilis oleh saluran Telegram DPR PRO_Republic.

Kepala Republik Rakyat Luhansk (LPR), Leonid Pasechnik, meletakkan karangan bunga di monumen untuk menghormati para pahlawan Perang Patriotik Hebat.

Karangan bunga diletakkan di Tiang Kemuliaan sebagai penghormatan kepada Pahlawan Luhansk dari Uni Soviet dan di Makam Prajurit Tidak Dikenal.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved