Cek Fakta

[HOAX] Wanita Linglung di Posko Ketupat Isimu-Gorontalo

Informasi itu beredar dilengkapi foto dan keterangan lokasi. Tampak dalam foto tersebut, seorang wanita yang kira-kira berusia 20-an, duduk termenung

TribunGorontalo.com
Disinformasi yang beredar di grup whatsap warga Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Dalam seminggu terakhir ini, warganet Gorontalo, terutama pengguna Facebook dan Whatsapp, dihebohkan dengan informasi tentang wanita yang dalam kondisi linglung di Posko Ketupat Bundaran Isimu, Kabupaten Gorontalo. 

Informasi itu beredar dilengkapi foto dan keterangan lokasi. Tampak dalam foto tersebut, seorang wanita yang kira-kira berusia 20-an, duduk termenung. Ia mengenakan kemeja flanel kotak-kotak. Tatapannya kosong dan seperti termenung. 

Wanita dengan potongan rambut sebahu itu, duduk di sebuah tandu lipat. Di sekelilingnya terlihat seperti posko dengan atribut merah putih. 

“Telah ditemukan seorang anak gadis remaja. Kondisi linglung; di Posko Pantau Ketupat di bundaran Isimu tanpa identitas, tidak membawa HP.” tulis pesan berantai tersebut. 

Pesan berantai yang dibagikan di whatsapp itu ada yang diteruskan ke grup lain, ada juga yang disebarkan dengan menampilkan tangkapan layar tersebut. 

“Kalau ada yang mengenali; silahkan menghubungi personel jaga malam di: 08531853086.” pesan itu lalu ditutup dengan pernyataan, “Tolong bantu share biar tertolong. Kt kasihan. Trimaksh” lalu ada emot bendera merah putih dan tangan tampak memohon.

Saat ditelusuri, foto kejadian tersebut ternyata benar. Namun, lokasinya yang salah. Kejadian itu bukanlah di Gorontalo. 

Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono, Kabid Humas Polda Gorontalo menjelaskan, bahwa informasi yang sama juga beredar di Bekasi, Jawa Barat. Artinya kata dia, masyarakat jangan lantas percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. 

"Saat informasi tersebut menyebar, saya sudah cek di seluruh Pos Pam, termasuk di Isimu. Dan tidak pernah ada kejadian penemuan anak gadis kondisi linglung sebagaimana informasinya itu," tegas Wahyu. 

Karena itu ia berpesan, masyarakat jangan menjadi bagian dari penyebar informasi hoax tersebut. Lebih baik melakukan kroscek ke pihak yang berwenang. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved