Lima Dosen Undip Temukan Cara Minimalisir Kafein Pada Teh Hijau

Satu di antaranya ialah menyebabkan rasa perih pada perut bahkan tidak baik bagi para penderita maag yang akut.

Editor: Fajri A. Kidjab
Undip
Sekolah Vokasi Undip 

TRIBUNGORONTALO.COM - Diketahui produk makanan yang sudah dicampur dengan teh hijau memiliki efek samping ketika dikonsumsi terlalu banyak.

Satu di antaranya ialah menyebabkan rasa perih pada perut bahkan tidak baik bagi para penderita maag yang akut.

Hal ini dikarenakan di dalam teh hijau mengandung kamponen kafein yang tidak baik dikonsumsi secara berlebihan, bahkan juga tidak baik dikonsumsi pada anak-anak dan manula.

Dari hasil observasi inilah, lima orang dosen Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) meneliti bagaimana efek kafein dari teh hijau bisa diminimalisasi.

Kelima dosen yang melakukan penelitian adalah M Endy Yulianto, S.T., M.T., Dr. Eng. Vita Paramita, S.T., M.M., M.Eng., Dr. Ir. Eflita Yohana, M.T., dan Dr. Dada Rohdiana.

Baca juga: Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo Harap Tribun Ikut Publikasi Hasil Penelitian Kampus

Penelitian yang diberi judul 'Komersialisasi Produk Monopolifenol Teh Hijau Bebas Kafein Sebagai Inkorporasi Functional Food Melalui Teknik Inaktivasi Enzimatis' ini difokuskan untuk memisahkan teh hijau dengan komponen kandungan kafein.

“Karena di dalam teh hijau selain ada komponen kandungan kafein ada juga kandungan tanin dan polifenol yang cukup tinggi. Kandungan tanin dan polifenol inilah yang banyak manfaatnya ketika dikonsumsi tanpa efek samping seperti mencegah kanker, penyakit jantung, stroke, diabetes dan lainnya. Inilah yang kemudian menjadi fokus teman-teman dalam penelitian ini dengan harapan dapat menghasilkan teh hijau yang berkualitas. Sehingga nantinya ketika dibuat makanan fungsional atau functional food siapapun bisa dimakan tanpa khawatir efek samping,” kata M Endy saat dihubungi tim humas, Jumat (1/4/2022).

Diungkapkan, untuk proses pemisahannya sendiri dilakukan pengembangan produk bubuk teh hijau berkadar kafein rendah melalui inaktivasi enzimatis dengan menerapkan proses blanching serta menerapkan proses nanoenkapsulasi powder teh hijau bebas kafein dan berkadar polifenol tinggi menggunakan biopolimer liposom dengan menerapkan proses pengering sembur.

Lima dosen Sekolah Vokasi Undip temukan nanopolifenol teh hijau bebas kafein sebagai inkorporasi functional food dari hasil penelitian. (Dokumentasi Undip)
“Jadi proses pemisahannya produksi teh hijau bebas kafein terdiri atas proses blanching, pengeringan, grinding, brewing, sentrifugasi, filtrasi, pemekatan, nanoenkapsulasi dan pengering sembur,” tutur Endy.

Lebih lanjut, setelah dilakukan pemisahan teh hijau dari kandungan kafein, produk teh hijau akan dikomersilkan kerena memiliki potensi yang tinggi mengingat nilai pasar global produk material nano dan produk inkorporasinya diperkirakan akan meningkat hingga 50 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved