Puan Hendak Mempertegas Sinyal Politik PDIP Hadapi Pilpres 2024
Pernyataan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani yang meminta kader PDI-P tidak memilih pemimpin yang hanya sering tampil.
"Survei itu betul karena jadi salah satu hal yang dipertimbangkan, tetapi kita PDI-P punya jaringan dan perangkat kadangkala tidak masuk dalam survei. Jangan terpengaruh dalam survei,” tutur putri Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri ini.
Khawatir dan takut Melihat ini, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, serangan demi serangan yang dilemparkan Puan menunjukkan bahwa Ketua DPR RI itu sedang khawatir akan nasibnya menuju pencalonan presiden 2024.
Sebagai putri mahkota PDI-P, tentu kans Puan untuk dicalonkan sebagai presiden sangat besar. Namun, elektabilitasnya tak berkata demikian.
Dalam survei berbagai lembaga, elektabilitas Puan hanya berkisar di angka 1 persen.
Besaran ini kalah jauh dari pesaingnya di internal PDI-P, Ganjar Pranowo. Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu selalu masuk di tiga besar dan hampir selalu melewati 20 persen, salip menyalip dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Lagi-lagi, sentilan-sentilan Puan diasumsikan sebagai bentuk rivalitasnya dengan Ganjar di internal PDI-P.
"Bisa jadi ada ketakutan dan rasa tak siap ada kader lain yang elektabilitasnya lebih tinggi dari Puan," kata Ujang kepada Kompas.com, Kamis (28/4/2022).
Ujang menilai, Puan seolah geregetan melihat Ganjar yang masih terus tancap gas pencitraan di media sosial, sementara dirinya merupakan putri mahkota partai.
Padahal, menurut Ujang, direstui atau tidak, diakui maupun tidak, elektabilitas Ganjar selalu lebih tinggi dari Puan.
"Puan melihat Ganjar itu tak sopan, karena melangkahi dirinya di partai, karena elektabilitasnya lebih tinggi darinya," ucapnya.
Sementara, Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, berpendapat, bukan tidak mungkin sindiran-sindiran yang disampaikan Puan dialamatkan ke Ganjar Pranowo.
Menurut Kunto, Puan menyadari elektabilitasnya yang kalah jauh dari Ganjar. Namun, dia tetap berusaha menggalang dukungan dari kader PDI-P.
Oleh karenanya, serangan demi serangan dilancarkan, salah satunya meminta kader partai tak terpengaruh hasil survei.
"Jangan sampai ketika Puan dicalonkan presiden, para kader PDI-P merasa kecewa karena harusnya Pak Ganjar dong (yang diusung sebagai capres).
Nah, itu yang ingin diminimalisasi oleh Puan sehingga membuat pernyataan-pernyataan seperti itu," kata Kunto saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/4/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pasangan.jpg)