Kebakaran di Kota Gorontalo

Kepala BPBD Kota Gorontalo: Enam Damkar Berhasil Padamkan Api

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo Iskandar Moerad mengerahkan enam mobil pemadam kebakaran.

Editor: Lodie Tombeg
TribunGorontalo.com/Apris Nawu
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo Iskandar Moerad 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo Iskandar Moerad mengerahkan enam mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kebakaran di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi (Kota Selatan), Kota Gorontalo, Rabu (27/4/2022).

Iskandfar menjelaskan, kebakaran terjadi sekira pukul 04.15 Wita. Warga setempat baru saja selesai melaksanakan santap sahur. 

Adanya tiupan angin yang cukup kencang, membuat api dengan cepat membesar. Dalam waktu sekejap, api melalap bagian bangunan dua rumah melalui belakang rumah.

Lanjut dia, saat kejadian, warga setempat berusaha memadamkan kobaran api dengan menggunakan alat seadanya, namun api sudah terlebih dahulu membesar sehingga sulit untuk kendalikan. 

Hanya dalam kurun waktu kurang lebih 10 menit, petugas damkar dan enam unit mobil pemadam kebakaran yang menerima informasi, langsung menuju ke lokasi untuk memadamkan api.

"Api cepat dipadamkan oleh 6 unit mobil kebakaran" jelasnya.

Lanjut dari Kepala BPBD, ada 6 unit mobil damkar, itu berasal dari Damkar Bone Bolango 2, Damkar Provinsi 2, dan Kota Gorontalo.

Salurkan bantuan

Pemerintah Kota Gorontalo langsung menyalurkan bantuan kepada para korban musibah kebakaran di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi (Kota Selatan), Kota Gorontalo, Rabu (27/4/2022) siang.

Wali Kota Gorontalo Marten Taha dan seluruh pejabat akan menyerahkan bantuan tersebut.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo Tommy Jahja, Rabu (27/4/2022).

“Jadi bantuan tersebut diserahkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo,” ujar Tommy.

Kepada TribunGorontalo.com menjelaskan, berbagai bantuan yang akan diserahkan tersebut berupa barang dalam rangka mengurangi beban kekurangan kebutuhan dialami korban.

Seperti pangan, sandang dan logistik-logistik lainnya. “Kami berharap bantuan tersebut bisa mengurangi beban dari korban, dalam menjalani hidup," ujarnya.

Bantuan lainnya seperti perbaikan rumah dan infrastruktur merupakan domain dinas terkait.

Selidiki penyebab kebakaran

Penyebab kebakaran dua rumah dan satu rumah makan serta tempat laundry di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo masih diselidiki aparat kepolisian.

Informasi terbaru menyebutkan, api berasal dari kompor di dapur. "Saya rasa kompor lupa dimatikan usai santap sahur," kata Lam Mantu, warga di sekitar lokasi kebakaran kepada TribunGorontalo.com, Rabu (27/4/2022).

Lanjut Lam, api berasal dari kompor yang ada di dapur belakang. "Beruntung, tak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran tersebut," ujar keluarga korban ini.

Kata dia, ada dua rumah, tempat usaha laundry (cuci pakaian) dan Usaha Rumah makan, kerugian ditaksir mencapai Ratusan juta

“Jadi bagian dapur habis terbakar, alat-alat, perkakas dan pakaian (yang di-laundry),” ujarnya.

Polisi terus mendalami penyebab kebakaran tiga bangunan, dua rumah dan satu rumah makan di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo pada Rabu pukul 04.00 Wita.

Sempat juga ada dugaan umber api dari nyala lampu botol di rumah Sarijan Salilam, satu di antara tiga korban kebakaran.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Suka Irawanto melalui Kapolsek Kota Selatan Ipda  Hanna Widyasari menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi Irmawati Mantu, awalnya dia mendengar anak-anak yang berteriak kebakaran.

Irmawati mencari tahu apa yang terjadi. Dia melihat rumah Sarijan sudah dilahap api. Ibu ini meminta bantuan dan berusaha memadamkan api.

Api terus membesar dan membakar tiga bangunan hingga ratah dengan tanah.

Kebakaran diduga bersumber dari lampu botol. Menurut keterangan Irmawati kepada polisi, beberapa saat sebelum kejadian, Sarijan sedang memasak kue.

Dia menggunakan penerangan dari lampu botol lantaran lampu listrik padam.

"Jadi kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 Wita dan saksi mengetahui karena mendengar teriakan anak-anak. Saat itu ibu Sarijan sedang memasak kue hanya dengan menggunakan lampu botol sebagai pencahayaan karena listrik padam," ujar Ipda Hanna. (*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved