Anda Terlalu Sering Posting Diri Sendiri di Medsos? Mari Kenali Gejala Anxiety
Seseorang terlalu banyak berbagi hal-hal yang seharusnya disimpan untuk diri sendiri dan orang-orang yang terdekat.
Seringkali, orang meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka tidak kesepian.
Ketika akhirnya mereka menemukan wadah untuk membagikan atau bertemu orang-orang, saat itulah mereka mulai berbagi secara berlebihan.
Kebutuhan mereka untuk terhubung dan membongkar semua perasaan yang selama ini dipendam ketika sendiri begitu besar.
Sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Namun, ini mungkin cara mereka untuk lebih dekat dengan orang-orang dan menciptakan ikatan baru.
Akan tetapi ketika semua terlalu cepat diluapkan bukannya membuat orang tetap dekat, mereka justru membuatnya menjauh.
Itu karena kita tidak mungkin terburu-buru melakukan sesuatu yang membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan.
3. Batasan yang buruk dan isyarat sosial yang hilang
Setiap hubungan, apa pun sifatnya, perlu memiliki batasan.
Namun, terkadang orang tidak dapat memahami batasan tersebut dan tidak dapat menerima isyarat yang Anda kirimkan kepada mereka.
Komunikasi non-verbal terkadang lebih kuat daripada pesan verbal.
Akan tetapi orang yang cenderung overshare tidak dapat dengan mudah membacanya.
Itu mungkin membuat seseorang merasa canggung dan tidak tahu bagaimana harus bereaksi.
4. Penggunaan media sosial yang ekstrim
Sangat mengejutkan mengetahui bahwa sekitar 40 % pengguna media sosial berusia antara 18 dan 35 tahun menyesal telah memposting sesuatu yang bersifat pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Anxiety.jpg)