Rabu, 4 Maret 2026

Marten Taha Melonggarkan Perayaan Tradisi Tumbilotohe Tahun Ini

Tahun sebelumnya, tradisi ini hanya digelar dalam komunitas yang kecil, serta dibatasi. Saat itu pada 2021, kasus Covid-19 memang sedang

Tayang:
zoom-inlihat foto Marten Taha Melonggarkan Perayaan Tradisi Tumbilotohe Tahun Ini
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Lampu botol yang digunakan pada tradisi Tumbilotohe. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Marten Taha, Wali Kota Gorontalo melonggarkan perayaan tradisi Tumbilotohe tahun ini.

Tahun sebelumnya, tradisi ini hanya digelar dalam komunitas yang kecil, serta dibatasi. Saat itu pada 2021, kasus Covid-19 memang sedang menanjak. 

“Perayaan Tumbilotohe kita berikan kelonggaran, dan masyarakat bisa melaksanakannya," kata Marten Taha, Senin (25/4/2022).

Meski begitu kata Marten, izin ini tidak lantas disalah persepsikan. Sebab, meski kelonggaran ini diberikan, bukan kemudian masyarakat seenaknya memicu kerumunan parah. 

"Perayaan tumbilotohe bisa dilaksanakan, tetapi saya tidak ingin dalam perayaan tumbilotohe, ada pertunjukan yang memicu kerumunan massa," ucapnya, tegas. 

Marten menerangkan dalam perayaan Tumbilotohe harus menerapkan protokol kesehatan, untuk menekan risiko penularan Covid-19.

Tumbilotohe dirayakan dengan memasang lampu di halaman rumah. Pemasangan lampu menyesuaikan dengan selera masyarakat. 

Masyarakat Gorontalo zaman dahulu memulai tradisi ini dengan menggunakan lampu bernama Padamala. Sebuah lampu yang ditunjang oleh minyak kelapa dicampur air. 

Lalu zaman bergeser berganti lampu botol menggunakan sumbu serta minyak tanah. Belakangan, masyarakat lebih senang menggunakan lampu listrik yang menyala serupa lampu botol. Warnanya pun lebih variatif. 

Pada zamannya, Tumbilotohe digunakan di jalan-jalan terutama jalan menuju masjid yang menandakan berakhirnya Ramadan di Gorontalo.

Karena itu, perayaan ini dilakukan pada tuga malam terakhir menjelang hari raya Idul Fitri. Pemasangan lampu dimulai sejak waktu magrib sampai menjelang subuh.

Tumbilotohe secara harfiah berasal dari bahasa Gorontalo, yaitu tumbilo dan tohe. Tumbilo artinya memasang, dan tohe artinya lampu. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved