Densus 88: Calon Pengikut NII Diajarkan Pemahaman Keislaman Versi Mereka
Negara Islam Indonesia (NII) masih menjadi ancaman bagi kelangsungan bangsa. Sebanyak 16 tersangka teroris kelompok NII.
Ia kerap memopulerkan pemikiran ideologi Islam dalam pergerakannya lewat Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) sejak tahun 1930-an.
Namun, pergerakannya semakin ekstrem hingga akhirnya membentuk NII.
Gerakan itu semula eksis dan berkembang di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat sejak 1949.
Namun pecahan hingga cabang dari kelompok ini mulai berkembang dan terbentang ke wilayah-wilayah lain seiring perkembangan.
"Bukan cuma keluarganya Kartosuwiryo. Kan, dulu mereka banyak pengikutnya. Jadi pengikut-pengikutnya itu sendiri masih ada," jelasnya.
Selain itu, terdapat cara lain penyebaran ideologi NII yakni melakukan perekrutan dan diikuti dengan baiat atau sumpah setia kepada organisasi.
Perekrutan dilakukan lewat empat tahap yang disebut sebagai pencorakan.
Kegiatan itu diberi kode P1, P2, PL/P3 dan P4. Di mana, setiap calon pengikut NII akan diberi materi dan pemahaman terkait syariat Islam.
Menurut Aswin, para anggota NII itu juga memiliki tata cara ibadahnya tersendiri. Pencorakan itu juga diikuti dengan kegiatan menghafal materi dan sejarah perjuangan umat Islam.
"Dan beberapa nilai-nilai 'keislaman' versi NII," jelasnya.
"Setiap calon warga juga akan melalui tiga tahap baiat yaitu baiat jemaah imammah, baiat NII/Kenegaraan, dan baiat perjuangan," tambah Aswin.
Nantinya, kata Aswin, anggota NII juga dapat diangkat sebagai pengurus atau pejabat dengan ditandai baiat kepengurusan.
Tak hanya itu, perekrutan juga dilakukan tanpa memandang jenis kelamin dan batas usia.
Penyidik Densus 88 masih melakukan pengembangan penyidikan terkait kasus ini.
Aswin mengakui proses penyidikan saat ini masih dangkal. Fakta yang ditemukan masih temuan awal.
"Ya masih mendalami apa yang mereka maksud. Itu keterangan awal penyidikan. Kalau dari hitungan waktu, proses penyidikan ini masih di awal-awal," jelas Aswin.
Ia pun meminta masyarakat bersabar menanti proses penyidikan yang tengah dilakukan oleh Detasemen berlambang burung hantu itu.
"Jadi saya kira sabar lah memberikan kesempatan kepada penyidik mendalami fakta-fakta dan keterangan yang masih bentuk puzzle ini," ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Teroris NII Sebarkan Ideologi Lewat Baiat dan Garis Keturunan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/240422-Bendera-NII.jpg)