Banjir Trans Sulawesi Gorontalo

Sungai Berbatu Menyulitkan Pencarian Korban Hanyut di Labanu-Gorontalo

Sebagai upaya pencarian korban, sejak pukul 06.30 - 10.00 WITA,  Basarnas dan masyarakat terus melakukan pencarian keberadaan korban,

Editor: Wawan Akuba
TribunGOrontalo.com/RismanTaharuddin
Jalan Trans Sulawesi yang longsor akibat banjir. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Banjir bandang di Desa Labanu menelan korban jiwa. Seorang pemuda bahkan hilang setelah terseret arus bersama sepeda motornya. 

Sebagai upaya pencarian korban, sejak pukul 06.30 - 10.00 WITA,  personel Basarnas Gorontalo dan masyarakat terus melakukan pencarian keberadaan korban, mulai dari lokasi longsor hingga ke hulu sungai. 

Pagi itu suasana dingin hingga kabut masih menutupi Desa Labanu, pencarian korban terus dilangsungkan. Partisipasi bahkan datang  dari warga setempat.

Baca juga: Breaking News: Pengendara Nmax Terseret Banjir Desa Labanu-Gorontalo, Kini Dalam Pencarian

Pantauan tribungorontalo.com, personel Basarnas Gorontalo setelah melakukan pencarian sejak tadi malam. 

Sahrul Kumaunang, Kepala Operasi Basarnas Gorontalo menuturkan, penyisiran akan dilakukan dengan terjun langsung di wilayah sungai.

Tim akan dibagi dua, tim satu menyisir dari lokasi longsor Desa Labanu hingga ke Desa Buhu, sementara tim dua menyisir dari arah berlawanan. 

Secara teknis Basarnas ingin melakukan penyisiran menggunakan perahu karet, namun kondisi sungai banyak bebatuan.

Banyak material yang bisa membocorkan perahu karet jika tetap dipaksakan melakukan penyisiran dengan alat tersebut, jalan satu-satunya adalah dengan cara manual. 

"Korbannya hanya satu orang, Insya Allah teman-teman akan memaksimalkan tenaga mereka pada hari ini walau di tengah bulan puasa," jelasnya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved