Banjir Trans Sulawesi Gorontalo

Lima Titik Longsor di Trans Sulawesi Tibawa-Gorontalo Adang Pengendara

Pengendara yang melewati Jalan Trans Sulawesi antara Desa Labanu dan Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo harus berhati-hati, Kamis (21/4/2022)

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com/ Risman Taharuddin
Kendaraan truk melewati longsoran di Jalan Trans Sulawesi, Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Kamis (21/4/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Pengendara yang melewati Jalan Trans Sulawesi antara Desa Labanu dan Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo harus berhati-hati, Kamis (21/4/2022).

Ada lima titik longsor di jalur poros utama Sulawesi itu. Material longsor menutupi sebagian sisi kiri dan kanan jalan.

Petugas terpaksa membuat satu jalur. Kendaraan harus antre melewat area longsor. Pengendara juga harus ekstra hati-hati lantaran jalanan lincin tertutup lumpur.

Pantauan TribunGorontalo.com, Kamis pagi, longsoran tanah bercampur bebatuan menutupi sebagian badan Jalan Trans Sulawesi. Mobil dan sepeda motor bisa lewat, tapi harus antre. Jalur dibuka tutup untuk kendaraan dari arah Kwandang menuju Isumu. Begitu juga sebaliknya.

Banjir dan longsor di Desa Labanu dan Buhu terjadi pada Rabu malam setelah hujan lebat mengguyur wilayah Gorontalo.

Peristiwa alam ini juga menyebabkan seorang pengendara motor yang melintasi Jalan Trans Sulawesi, Desa Labanu, hanyut terbawa arus banjir pada Rabu malam.

Informasi yang diperoleh TribunGorontalo.com, pria yang mengendarai motor Yamaha Nmax itu terjebak banjir di Desa Labanu. Karena tidak mampu menahan arus yang semakin deras, pria yang belum diketahui namanya itu hanyut. 

Kamis pagi, petugas Basarnas Gorontalo bersama masyarakat menemukan motor milik remaja itu. Namun, kondisinya sudah rusak parah. Bentuk motornya masih kelihatan, namun body motor telah rusak.

Hanya rangka besi serta dua ban motor yang tersisa. Sementara perangkat lainnya yang mudah terlepas dari motor, hanyut. Masyarakat mengangkat motor itu dari bibir sungai menggunakan kayu. Motor itu terseret air dari Desa Labanu dan ditemukan di Desa Buhu. Kedua desa ini memang berdekatan dan dibelah oleh sungai yang sama. 

Kumaunang, Personel Basarnas Gorontalo yang ditemui di lapangan menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya menemukan korban. Timnya kata dia, akan menyusuri sungai.

“Basarnas itu kita tidak bisa menggunakan perahu karet untuk menyusuri sungai. Karena kondisinya sungai ini banyak bebatuan dan material yang bisa merobek perahu karet,” ungkapnya. 

Karena itu, penyusuran dilakukan dengan berjalan kaki. Ia membagi dua tim penyusur. Tim pertama akan berjalan dari titik kejadian di Desa Labanu ke Desa Buhu. Sementara tim kedua akan menyisir sungai dari Desa Buhu ke Desa Ilopunu.  “Sepanjang aliran sungai ini kita akan sisir,” tegas Kumaunang. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved