Ade Armando Dikeroyok

PIS: Berawal dari Makian Ibu-ibu hingga Ade Dikepung Massa

Aksi 114 yang berlangsung di depan Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022), dinodai kejadian pengeroyokan terhadap Ade Armando.

Editor: Lodie Tombeg
kompas.com
Pengeroyokan terhadap Dosen UI Ade Armando di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Aksi 114 yang berlangsung di depan Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022), dinodai kejadian pengeroyokan terhadap Ade Armando.

Sekjen Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) Nong Darol Mahmada mengeklaim bahwa pengeroyokan terhadap akademisi Universitas Indonesia sekaligus pegiat media sosial Ade Armando diawali dari provokasi ibu-ibu.

Sebelumnya, Ade disebut datang bersama tim liputan PIS ke Gedung DPR RI sejak siang hari. "Pukul 15.35 tim menyepakati untuk menyudahi peliputan. Posisinya saat itu ada di depan pintu gerbang utama DPR," ujar Nong Darol dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (12/4/2022) pagi.

Pukul 15.38 WIB, lanjutnya, tim mundur dari posisi semula dan menjauh dari massa demonstrasi.

Ketika itulah, beberapa orang dari kerumunan massa disebut tampak "mengawasi dan saling berbisik".

Dua menit berselang, Ade Armando mendadak dihampiri oleh seorang ibu tidak dikenal sambil memaki-maki.

"Makian ibu-ibu inilah yang merangsang massa untuk bertindak beringas. Mereka semua mengepung Ade Armando dan tim," ungkap Nong Darol.

Ade Armando dkk kemudian disebut mundur ke dinding pagar DPR. Namun, mereka justru didatangi massa.

Ade Armando didorong-dorong. Mereka lantas kembali bergeser, kali ini ke sisi kiri depan Gedung DPR.

"Mereka hendak meninggalkan lokasi karena sudah tidak kondusif," ujar Nong Darol.

"Beberapa saat kemudian dihampiri beberapa orang tidak dikenal, mereka tiba-tiba langsung menyerang. Sebelumnya mereka mengepung Ade dan tim," tambahnya.

Seperti tampak dalam video-video yang viral di dunia maya, Ade Armando sempat dilindungi oleh rekannya, tetapi persekusi yang beringas membuat perlindungan itu tak berarti.

Ade Armando terus dihajar, sedangkan tim liputan jatuh dan ikut terpental.

"Karena tidak mungkin bisa menolong, tim yang terpental mencari polisi untuk meminta pertolongan. Polisi kemudian datang dan memberikan pertolongan," ungkap Nong Darol.

Pengeroyokan itu lebih kurang berlangsung selama setengah jam. Polisi membentuk barikade untuk dapat mengevakuasi dosen Ilmu Komunikasi FISIP UI itu ke dalam kompleks parlemen.

Ade Armando
Ade Armando (Wartakota)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved