Polusi Mikroplastik Ditemukan di Paru-paru Manusia
“Hasil kesehatan yang merusak mungkin terkait dengan kontaminan ini dalam sistem pernapasan setelah terhirup,” tutur peneliti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mikroplastik.jpg)
“Hasil kesehatan yang merusak mungkin terkait dengan kontaminan ini dalam sistem pernapasan setelah terhirup,” tutur peneliti.
Sementara itu, sebuah penelitian di Amerika Serikat terhadap pasien kanker paru-paru pada 1998 menemukan adanya plastik dan serat tumbuhan seperti kapas di lebih dari 100 sampel.
Dalam jaringan kanker, 97 persen sampel mengandung serat dan pada sampel non-kanker, sebesar 83 persen terkontaminasi.
Sebagai informasi, mayoritas sampah plastik dibuang ke lingkungan, dan mikroplastik telah mencemari seluruh planet, dari puncak Gunung Everest hingga lautan terdalam.
Mikroplastik telah ditemukan di plasenta wanita hamil, dan pada tikus hamil yang melewati paru-paru dengan cepat menuju ke jantung, otak, dan organ janin lainnya.
Sebuah tinjauan baru-baru ini menilai risiko kanker dan membutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana mikroplastik dan nanoplastik mempengaruhi struktur dan proses tubuh manusia, termasuk cara mengubah sel dan menginduksi karsinogenesis.
“Terutama mengingat peningkatan eksponensial dalam produksi plastik,” pungkas ilmuwan. (*)