Selasa, 7 April 2026

Polusi Mikroplastik Ditemukan di Paru-paru Manusia

“Hasil kesehatan yang merusak mungkin terkait dengan kontaminan ini dalam sistem pernapasan setelah terhirup,” tutur peneliti. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Polusi Mikroplastik Ditemukan di Paru-paru Manusia
TribunGorontalo.com/Ist
Mikroplastik 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pertama kalinya, polusi mikroplastik ditemukan bersarang jauh di dalam organ paru-paru manusia. Partikel ini ditemukan di hampir semua sampel yang dianalisis. 

Para ilmuwan menuturkan, saat ini polusi mikroplastik telah tersebar di seluruh planet, membuat paparan ke tubuh manusia tidak bisa dihindari. 

Artinya, ada kekhawatiran yang meningkat mengenai bahaya terhadap kesehatan. Penelitian telah dipublikasikan oleh jurnal Science of the Total Environment, yang menggunakan sampel dari jaringan paru-paru orang yang sehat. 

Studi menganalisis partikel hingga ukuran 0,003 mm, menggunakan spektroskopi untuk mengidentifikasi jenis plastik, dan digunakan sampel kontrol untuk memperhitungkan tingkat kontaminasi. 

Adapun sampel diambil dari jaringan 13 pasien yang menjalani operasi. Mikroplastik ditemukan di 11 kasus, dengan partikel yang paling umum adalah polypropylene, digunakan dalam kemasan plastik dan pipa, serta PET yang digunakan dalam botol. 

Dua penelitian sebelumnya telah menemukan mikroplastik pada tingkat yang sama tinggi di jaringan paru-paru yang diambil selama otopsi. 

Studi mikroplastik ditemukan pada paru-paru manusia ini, menunjukkan bahwa ternyata diketahui orang-orang sudah menghirup partikel-partikel kecil tersebut, mengonsumsinya melalui makanan dan air. 

Pekerja yang terpapar mikroplastik tingkat tinggi juga diketahui telah mengembangkan penyakit. Pada Maret lalu, pertama kalinya terdeteksi mikroplastik dalam darah manusia, menunjukkan partikel dapat melakukan perjalanan ke seluruh tubuh dan mampu bersarang di organ. Sejauh ini belum diketahui dampaknya bagi kesehatan. 

Tapi, para peneliti khawatir karena mikroplastik menyebabkan kerusakan sel manusia di laboratorium dan partikel polusi udara telah diketahui masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan jutaan kematian dini setiap tahun. 

“Kami tidak menyangka akan menemukan jumlah partikel tertinggi di bagian bawah paru-paru atau partikel dengan ukuran yang ditemukan,” ujar penulis senior studi, Laura Sadovsky dari sekolah kedokteran Hull York di Inggris, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (6/4/2022).

 “Ini (temuan mikroplastik dalam paru-paru manusia) mengejutkan karena saluran udara lebih kecil di bagian bawah paru-paru dan kami berharap partikel dengan ukuran ini akan disaring atau terperangkap sebelum menjadi sedalam ini,” lanjut dia.

Sadovsky menambahkan, data temuan mikroplastik dalam organ paru-paru manusia ini memberikan kemajuan penting di bidang polusi udara, mikroplastik, dan kesehatan manusia. 

Informasi tersebut dapat digunakan untuk menciptakan kondisi yang realistis bagi eksperimen laboratorium dalam menentukan dampak kesehatan. 

Lebih lanjut, sebuah studi tahun 2021 di Brasil pada sampel otopsi menemukan mikroplastik pada 13 dari 20 orang yang dianalisis, yang berusia rata-rata lebih tinggi dibandingkan penelitian Sadovsky. 

Polietilen yang digunakan dalam kantong plastik, menjadi salah satu partikel yang paling umum. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved