Selasa, 10 Maret 2026

Kepala Staf Udara Inggris Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Dorong Negara Lain Gabung NATO

Dilansir TribunWow.com dari The Sun, Kamis (7/4/2022), analisa ini disampaikan Kepala Staf Udara Inggris, Sir Mike Wigston.

Tayang:
zoom-inlihat foto Kepala Staf Udara Inggris Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Dorong Negara Lain Gabung NATO
tribunnews
Tentara Rusia berbaris 

TRIBUNGORONTALO.COM - Agresi militer yang dilakukan Rusia di Ukraina diperkirakan justru akan mendorong lebih banyak negara lain untuk bergabung dengan NATO.

Dilansir TribunWow.com dari The Sun, Kamis (7/4/2022), analisa ini disampaikan Kepala Staf Udara Inggris, Sir Mike Wigston.

Ia memperkirakan, negara-negara lain akan melihat manfaat menjadi bagian dari NATO.

Menurutnya, agresi Vladimir Putin telah mengubah keamanan dunia untuk selamanya.

"Ini adalah penataan kembali NATO, dari apa yang diperjuangkan NATO, dan siapa yang menjadi anggota NATO," kata Wigston.

"Negara-negara lain sekarang mungkin menilai bahwa masa depan mereka lebih aman dengan mendaftar untuk bergabung dengan NATO," tambahnya.

Ukraina bukan anggota NATO tetapi didukung oleh aliansi dan negara-negara lain dengan memasok mereka dengan senjata, pelatihan, dan pertahanan lainnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, dia tidak lagi mendesak untuk menjadi anggota NATO sejak invasi dimulai.

Namun Kosovo dan Bosnia telah mendaftar untuk bergabung, hanya beberapa hari setelah invasi Rusia.

Disusul Finlandia dan Swedia yang santer dikabarkan akan ikut mendaftar ke NATO, meski selama ini mempertahankan status negara netral.

Tentu saja niatan tersebut ditentang keras oleh Rusia.

Terutama terhadap Finlandia yang hanya berjarak beberapa jam dari Rusia.

Pihak Presiden Vladimir Putin menyebut tindakan tersebut akan menjadi tragedi mengerikan bagi negara tersebut.

Bahkan, Rusia menyatakan Finlandia akan menjadi target pembalasan seperti yang kini terjadi di Ukraina.

Dilansir TribunWow.com dari media Rusia RIA Novosti, Rabu (6/4/2022), peringatan ini disampaikan Vladimir Dzhabarov, Wakil Kepala Pertama Komite Internasional Dewan Federasi.

Ia menyebut keputusan pemimpin Finlandia untuk bergabung dengan NATO akan menjadi kesalahan strategis.

"Swedia adalah negara mandiri yang merasa nyaman di Eropa," kata Dzhabarov pada pertemuan hari Rabu, (6/4/2022).

Dia mencatat,  negara ini memiliki status netral, meski keduanya dikatakan cenderung memiliki kedekatan dengan NATO.

Namun, Rusia secara khusus memberikan peringatan pada Finlandia, yang bertetangga dengan wilayahnya.

"Jika kepemimpinan Finlandia bergabung (dengan NATO), itu akan menjadi kesalahan strategis," tegasnya.

Dia menekankan bahwa secara geografis Finlandia dan Rusia adalah negara tetangga, mengingat dari Finlandia ke St. Petersburg hanya beberapa jam perjalanan.

Apalagi selama ini, Rusia dan Finlandia memiliki hubungan bilateral yang baik.

Namun, jika Finlandia nekat bergabung dengan NATO, Rusia mengancam akan mengambil tindakan.

Pihak Kremlin tak tinggal diam dan menyatakan akan menjadikan negara tersebut sebagai target seperti halnya yang terjadi di Ukraina.

"Dan Finlandia, yang telah berhasil berkembang selama bertahun-tahun berkat hubungan perdagangan dan ekonomi yang erat dengan Rusia, akan menjadi target. Saya pikir itu (akan) tragedi yang mengerikan bagi seluruh rakyat Finlandia," ancam Dzhabarov. (*)

 

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved