Konflik Rusia vs Ukraina
Wali Kota Bucha: Pasukan Rusia Melakukan 'Kejahatan yang Sinis'
Pasukan Rusia dianggap menerima “lampu hijau” dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.
TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Pasukan Rusia dianggap menerima “lampu hijau” dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu untuk menyerang warga di Kota Bucha.
Wali Kota Bucha, Ukraina, Anatoly Fedoruk pada Senin (4/4/2022) mengatakan bahwa warga kota itu memiliki kesan amat buruk tentang Rusia.
“Mereka dibunuh tanpa pandang bulu oleh penjajah Rusia. Banyak dari mereka adalah orang tua. Kami mendapat kesan bahwa penjajah Rusia telah mendapat lampu hijau dari Putin dan Shoigu, menteri pertahanan Rusia, untuk melakukan kekejaman di Ukraina,” kata Fedoruk dalam sebuah wawancara di CNN.
“Mereka tidak dapat merebut Kiev sehingga mereka melampiaskan kekesalan mereka pada Bucha dan daerah sekitarnya,” tambahnya. Gambar dari Bucha beredar selama akhir pekan, menggambarkan mayat di jalan-jalan di pinggiran Kota Kiev. Satu mayat bahkan difoto dengan kain putih diikatkan di tangan mereka ke belakang.
Rusia, bagaimanapun, menolak foto-foto itu, menyebutnya sebagai "foto palsu." Gambar-gambar yang mengejutkan itu telah mendorong seruan untuk sanksi yang lebih keras dari sejumlah negara. Mereka juga mendapat kecaman luas dari tokoh-tokoh internasional terkemuka.
Fedoruk mengatakan kepada CNN bahwa kota tersebut sedang bekerja untuk mengidentifikasi mayat-mayat yang dikumpulkan dari jalanan.
Dia mengatakan kota itu yakin mampu mengidentifikasi sekitar 50 persen dari mayat yang ditemukan, semuanya adalah warga Ukraina dari Bucha dan kota-kota sekitarnya.
Wali kota mengatakan beberapa anak dan remaja juga tewas di kota itu. Dia menyebut tindakan itu sebagai "kekejaman yang sinis" dan mengatakan Rusia tidak boleh dimaafkan atas pembunuhan itu.
“Mereka (korban tewas) tidak menimbulkan ancaman bagi pasukan Rusia,” kata Fedoruk. “Kami tidak akan pernah memaafkan Pasukan Rusia. Mereka tidak akan pernah diampuni di Bumi atau di surga ini,” tambahnya.
Zelensky: Orang-orang di Bucha Diperlakukan Lebih Buruk daripada Hewan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah berbicara selama kunjungannya ke Bucha, sebuah kota di mana pasukan Rusia telah dituduh membantai warga sipil.
Terlepas dari penderitaan manusia di sana, dia mengatakan kepada wartawan bahwa penduduk Kota Bucha menunjukkan kemanusiaan mereka dengan memastikan hewan gelandangan diberi makan.
"Itu adalah ciri khas penduduk kami, saya pikir (mereka) memperlakukan hewan seperti Anda memperlakukan manusia," kata Zelensky. Sedangkan tentara Rusia, kata dia, justru memperlakukan penduduk Kota Bucha lebih buruk daripada ke binatang.
“[Tapi] Anda dapat melihat apa yang dilakukan pada kota modern ini. Itulah karakteristik tentara Rusia, memperlakukan orang lebih buruk daripada hewan. Itu adalah genosida nyata, apa yang telah Anda lihat di sini hari ini,” seru Zelensky, dilansir dari BBC.
Zelensky kemudian menyalahkan Rusia karena telah menyeret keluar atau menjauh dari pembicaraan damai di Turki, dengan mengatakan ini hanya akan memperburuk situasi di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/050422-Volodymyr-Zelensky.jpg)