Fenomena Ngabuburit, Epidemiolog Dicky Budiman Beri Tanggapan
Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman memberikan tanggapan terkait fenomena ngabuburit.
TRIBUNGORONTALO.COM - Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman memberikan tanggapan terkait fenomena ngabuburit.
Menurutnya, aktivitas ngabuburit tidak menjadi persoalan, asal tidak ada kerumunan yang terlokalisir. Seperti ada aktivitas masyarakat yang pasif di satu tempat.
"Bicara potensi penyebaran Covid-19 saat ngabuburit, sebetulnya kan ngabuburit itu orang gak makan minum tapi banyak jalan. Yang tidak boleh itu berkerumun. Harus dipastikan tidak ada kerumunan," ungkapnya pada Tribunnews.com, Senin (4/4/2022).
Ia menjelaskan, potensi penyebaran virus bisa juga saat membeli takjil atau makanan. Karenanya melaksanakan prokes bisa mencegah penularan. Minimal memakai masker.
"Yang harus dipastikan orang jual, dan membeli menggunakan masker. Penjual lebih berisiko menularkan, ketika ia tidak menerapkan prokes dan tidak disiplin, karena statis di tempat yang sama," paparnya.
Hal ini berbeda dengan pembeli yang datang selalu datang dan pergi. Untuk amannya, kata dia, masyarakat harus sudah divaksin Covid-19, setidaknya dua dosis dan menjalankan prokes. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dicky-Budiman-9.jpg)