Kendaraan Parkir Sembarangan Jadi Pemicu Kemacetan di Gorontalo
Sejumlah titik-titik kemacetan misalnya terjadi di sepanjang Jalan Agung Suprapto. Kemacetan terpantau mengular sepanjang 500-an meter, yakni dari tit
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kemacetan-di-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kendaraan bermotor yang parkir sembarang di depan toko, menjadi pemicu kemacetan.
Sejumlah titik-titik kemacetan misalnya terjadi di sepanjang Jalan Agung Suprapto. Kemacetan terpantau mengular sepanjang 500-an meter, yakni dari titik Toko Gelael hingga depan Universitas Bina Taruna (Unbita) Gorontalo.
Kemacetan di wilayah ini terjadi karena banyak warga yang menuju Pasar Sentral Kota Gorontalo, memarkirkan kendaraannya di bibir jalan.
Mobil misalnya, dengan ukuran yang besar, mampu menyita hampir setengah badan jalan. Tidak heran, arus lalu lintas bisa terhambat. Apalagi, jalan tersebut tidak menerapkan sistem satu jalur.
Diketahui, Jalan Agung Suprapto ini menjadi satu dari enam akses menuju Pasar Sentral. Kebetulan, jalanan ini menjadi yang paling ramai, karena banyak pedagang sayur dan ikan.
Sementara kemacetan juga terpantau di Jalan HOS Cokroaminoto. Ini juga salah satu jalur paling sibuk di Kota Gorontalo.
Kendaraan dari Kabupaten Gorontalo yang menuju City Mall Gorontalo, biasanya melewati jalan ini.
Penyebab kemacetan selain karena banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan, juga karena banyak mobil kontainer yang melewati jalan ini.
Hal yang memperburuk kemacetan adalah perbaikan Jalan Panjaitan. Sebab, jalan HOC Cokroaminoto menjadi jalan alternatif menuju pusat kota.
“Macet di sore hari seperti ini,” tegas seorang warga yang ditemui TribunGorontalo.com.
Pria berkacamata itu memperkenalkan diri sebagai Ahmad Ramdan. Katanya, kemacetan semacam itu biasanya sangat normal terjadi di bulan suci ramadhan.
“Ya apalagi sore hari. Karena itu waktu yang tepat orang keluar rumah dan berburu takjil. Ada juga orang yang hanya ingin jalan-jalan menyaksikan keramaian yang sebetulnya ia adalah bagian dari keramaian itu,” tegas Ahmad. (*)