Kriteria Baru 1 Ramadhan: Posisi Hilal 3 Derajat dan Elongasi 6,4 Derajat

Kriteria baru hilal dalam menentukan awal Ramadhan 1443 Hijriah. Kriteria baru tersebut berdasarkan pada kesepakatan.

Editor: lodie tombeg
Wartakota
(ilustrasi) Petugas mengamati hilal melalui teleskop. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Kriteria baru hilal dalam menentukan awal Ramadhan 1443 Hijriah. Kriteria baru tersebut berdasarkan pada kesepakatan para Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) tahun 2021.

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Agama menggunakan awal bulan adalah jika posisi hilal saat matahari terbenam sudah 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Sementara selama ini, kriteria awal bulan adalah dengan ketinggian 2 derajat dan elongasi 3 derajat.

"Jadi di sekitar matahari digambarkan dalam bentuk suatu setengah lingkaran dengan diameter 6,4 derajat. Maksudnya apa? Pada lingkup 6,4 derajat, cahaya dari matahari masih cukup kuat, kemudian hilal pada jarak kurang dari 6,4 derajat terlalu tipis dan terlalu redup, tidak mungkin bisa teramati. Sedangkan di kanan kiri dari titik matahari terbenam ada batas tiga derajat," kata peneliti astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin.

Thomas menjelaskan, kriteria baru itu digunakan lantaran kriteria lama MABIMS telah digunakan sejak awal 1990-an atau hampir 30 tahun.

Kriteria lama tersebut telah dikritik oleh anggota MABIMS karena syarat tinggi minimal 2 derajat dinilai terlalu rendah secara astronomi. Dari sisi elongasi 3 derajat juga terlalu dekat dengan matahari.

"Tidak mungkin itu terjadi pada saat hilal sangat tipis dan redup," ujar Thomas.

Kemenag saat ini sedang melangsungkan sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1443 Hijriah. Tahun ini, pemerintah dan Muhammadiyah diprediksi akan mengalami perbedaan penetapan awal Ramadhan. Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada besok, 2 April 2022.

Kemenag menjelaskan, perbedaan tersebut terjadi lantaran ada perbedaan metode penetapan, yakni metode hisab wujudul hilal dan imkanur-rukyat.

Penentuan Ramadhan

Penentuan 1 Ramadhan (KBBI: Ramadan) 1443 Hijriyah pada Jumat (1/4/2022). Para pemuka agama, masyarakat, serta ilmuwan bersama-sama melakukan rukyatul hilal atau melihat hilal, pada petang hari ini.

Mereka menentukan kapan awal puasa 1 Ramadhan ditetapkan. Ketetapan penentuan awal Ramadhan tersebut akan diumumkan melalui sidang isbat yang digelar hari ini juga.

Dalam melakukan rukyatul hilal atau melihat hilal ini, pihak-pihak terkait akan melakukannya dalam berbagai metode yang bisa digunakan.

Untuk diketahui, hilal adalah bulan sabit tertipis yang berkedudukan rendah di atas cakrawala langit barat, dan sudah diamati tepat selepas terbenam Matahari.

Astronom amatir Indonesia sekaligus Pembimbing dan Pendamping Forum Kajian Ilmu Falak (FKIK) Gombong dan Majelis Kajian Ilmu Falak (MKIF) Kebumen Jawa Tengah, Marufin Sudibyo mengatakan, setidaknya ada tiga metode yang digunakan dalam melihat hilal ini.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved