Ini Alat Elektronik yang Punya Daya Siaga Tinggi
Perlu Anda ketahui! Beberapa alat eletronik perlu dimatikan untuk menghemat listrik, jika tidak digunakan lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/310322-laptop.jpg)
AC dirancang untuk siklus hidup dan mati, dan menarik arus dalam jumlah besar saat dinyalakan.
Jadi, aktivitas ini dapat membebani stopkontak kabel dan menyebabkan pemutus arus trip atau menyebabkan panas berlebih yang berbahaya. Oleh karena itu, steker AC harus selalu dicolok ke stopkontak khusus, bukan stopkontak kabel.
Kulkas dan freezer
Barang elektronik dengan daya besar seperti kulkas dan freezer membutuhkan banyak daya, yang mana ini dapat dengan mudah membebani stopkontak kabel.
Jadi steker kulkas dan freezer harus dipasang langsung ke stopkontak utama. Jika dipasangkan ke stopkontak kabel, ini dapat menimbulkan risiko listrik 'jetrek' alias listrik padam.
Rice cooker
Rice cooker juga merupakan salah satu barang elektronik yang menyedot banyak daya ketika proses memasak nasi, sehingga tidak aman apabila dicolokkan ke stopkontak kabel.
Untuk mencolokkan steker rice cooker, kamu juga memerlukan stop kontak utama yang ada di dinding.
Microwave
Microwave adalah barang elektronik dapur untuk memanggang, memasak, dan memanaskan kembali makanan dalam waktu singkat.
Tetapi, penggunaan microwave membutuhkan lebih banyak energi listrik daripada yang dapat disediakan oleh soket tambahan seperti stopkontak kabel.
Seperti oven listrik konvensional, microwave juga harus memiliki stopkontak khusus tersendiri dan tidak bisa digabungkan dengan perangkat elektronik lain.
Panggangan roti Jika pernah mengintip ke dalam pemanggang roti, kamu tahu bahwa bagian dalamnya adalah sekumpulan kabel yang memanaskan hingga suhu panas untuk memanggang roti.
Tarikan arus yang dibutuhkan panggangan roti dapat dengan mudah menyebabkan stopkontak kabel menjadi terlalu panas. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Peralatan Elektronik yang Harus Dimatikan untuk Menghemat Energi"