Bakal Dibela 30 Pengacara, Adhan Dambea: Perkara Ini Adalah Pesanan

Kuasa Hukum yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi advokat di Gorontalo dan sekitarnya ini mengaku secara sukarela akan membela Adhan Dambea

Editor: Fajri A. Kidjab
Tribun Gorontalo
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Adhan Dambea 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sebanyak 30 pengacara tergabung dalam Tim Hukum Pembela Hak Imunitas (THPHI) AD, siap membela anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea, yang dilaporkan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, saat ini tengah berproses di Kejaksaan.

Kuasa Hukum yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi advokat di Gorontalo dan sekitarnya ini mengaku secara sukarela akan membela Adhan Dambea, bila nanti proses hukumnya akan dilimpahkan di pengadilan.

Adhan Dambea kepada TribunGorontalo.com mengatakan, awalnya dirinya menduga hanya satu advokad saja bakal menemaninya dalam perkara pencemaran nama baik itu.

Seiring waktu, kata dia, banyak pengacara dengan ikhlas siap membelanya nanti.

"Jadi teman-teman ini, secara sukarela dan ikhlas membantu saya, dalam melawan ketidakbenaran ini. Artinya, seperti yang orang bilang bahwa perkara ini adalah pesanan,” jelas Adhan, Senin (28/3/2022).

Menurutnya, perkara ini bukan kepentingan pribadinya saja.

Bahkan kepada rekannya sesama anggota dewan, baik yang ada di kabupaten/kota dan provinsi, dirinya meminta untuk hadir dalam persidangan.

“Jadi disini pertarungan antara hak imunitas. Artinya hak imunitas ini kan di injak-injak oleh aparat penegak hukum. Undang-undang ini tidak dihargai,” lanjutnya.

Aleg Partai Amanat Nasional Dapil Kota Gorontalo mengatakan, hak imunitas ini hanya berlaku di pusat. Sebaliknya, tidak berlaku di Gorontalo. Kenyataannya, laporan masyarakat terhadap Arteria Dahlan di tolak kepolisian karena hak imunitas.

“Tapi di Gorontalo itu tidak berlaku. Karena Rusli Habibie yang melaporkannya," imbuhnya.

Adhan menganggap perkara ini sebenarnya merupakan perkara yang sepele. Tapi yang menjadi esensi adalah soal tujuan Rusli Habibie agar dirinya di hukum.

Ketua THPHI AD, Bathin Tomayahu menambahkan, perkara ini morupakan momentum pertama kali bersatunya para pengacara di Gorontalo yang merasa terpanggil, karena adanya perkara Adhan Dambea yang sebenarnya tengah menyerukan hak-hak rakyat.

“Saya lihat, malah beliau yang dikriminalisasi, dengan laporan yang menurut teman-teman, perkara ini merupakan perkara yang sepele" ujar Bathin.

Kita berhak membela Pak Adhan ini, karena beliau anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang selalu menyuarakan hak rakyat, tetapi kemudian terkesan dihalang-halangi atau dizalimi,” kata dia.

Saat ini ada 30 pengacara siap membantu yang berasal dari berbagai organisasi advokad bakal mendampingi dan membela Adhan bila nanti berproses di pengadilan.

Sebelumnya, Adhan di lapor Gubernur Rusli Habibie dan pengacaranya ke polisi karena membuat pernyataan di sebuah media online.

Lewat media itu, Adhan menyebut Gubernur dua periode yang akan mengakhiri masa tugas pada Mei 2022 nanti itu, telah menggunakan dana APBD untuk kepentingan serangan fajar pada pemilihan legislatif lalu. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved