Konflik Rusia vs Ukraina

Upaya Membagi Dua Ukraina, Roket Rusia Gempur Lviv

Eskalasi politik dan pertempuran di Ukraina kembali naik. Serangan Rusia ke Ukraina terus datang dari berbagai sisi.

Editor: Lodie Tombeg
AFP/ANATOLII STEPANOV
Tentara Ukraina berjalan melewati tanda peringatan awas ranjau di garis depan perlawanan menghadapi separatis pro-Rusia dekat desa Luhansk, wilayah Donetsk, 11 Januari 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Eskalasi politik dan pertempuran di Ukraina kembali naik. Serangan Rusia ke Ukraina terus datang dari berbagai sisi.

Padahal negeri beruang merah mengatakan telah mengalihkan fokusnya ke timur negara itu.

Rusia meluncurkan serangannya pada 24 Februari 2022 dini hari, tetapi lebih dari empat minggu perang, medan perang tetap "sebagian besar statis" di Ukraina utara, menurut Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) dilansir dari BBC.

Moskow terus mengandalkan amunisi yang diluncurkan dari dalam wilayah udara Rusia, untuk mengurangi paparan pesawat mereka terhadap pertahanan udara Ukraina.

PBB melaporkan lebih dari 3,7 juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak invasi Rusia sebulan lalu.

Sekitar 90 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. PBB memperkirakan bahwa 6,5 juta orang lainnya menjadi pengungsi internal.

Ukraina meminta Palang Merah untuk tidak membuka kantor yang direncanakan di Rostov-on-Don Rusia. Langkah itu diharap akan melegitimasi "koridor kemanusiaan" Moskow dan penculikan serta deportasi paksa warga Ukraina.

Rusia menyerang sasaran militer di Kota Lviv, Ukraina barat dengan rudal jelajah presisi tinggi, kata Kementerian Pertahanan Rusia, Minggu (27/3/2022).

Serangan Moskow dengan rudal jarak jauhnya juga menyasar depot bahan bakar yang digunakan oleh pasukan Ukraina di dekat Lviv.

Sementara rudal jelajah digunakan untuk menyerang sebuah pabrik di kota yang digunakan untuk memperbaiki sistem anti-pesawat, stasiun radar dan tank.

Depot penyimpanan bahan bakar dan makanan Ukraina juga dihancurkan Rusia.

Artinya pemerintah harus kehilangan stok dalam waktu dekat, kata penasihat kementerian dalam negeri Ukraina Vadym Denysenko menurut Reuters.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, telah meminta AS dan Eropa memasok lebih banyak pesawat, tank, pertahanan anti-rudal, dan persenjataan anti-kapal, dengan alasan bahwa keamanan Eropa sendiri dipertaruhkan.

Rusia melanjutkan upayanya yang gagal untuk mengepung Kiev, meskipun menyatakan akan memfokuskan kembali upaya di timur negara itu.

Konsentrasi terbesar pasukan darat Rusia tetap berada di sekitar ibu kota, menurut Institute for the Study of War (ISW).

280322-kobaran api
Kobaran api dan asap mengepul menyusul serangan Rusia di Kharkiv, Ukraina, Jumat, 25 Maret 2022.
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved