Ramadhan di Gorontalo
Latihan Komunitas Koko'o Talumolo Sedot Perhatian Warga
Meski baru latihan saja, namun antusias warga dari berbagai usia, tidak bisa dibendung. Dari orang dewasa hingga anak-anak memadati halaman salah satu
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kokoo-Talumolo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Komunitas Koko’o Talumolo pada Jumat (25/3/2022) malam, menyedot perhatian warga sekitar. Terpantau, ada puluhan warga yang berebut menyaksikan tradisi tahunan tersebut.
Meski baru latihan saja, namun antusias warga dari berbagai usia, tidak bisa dibendung. Dari orang dewasa hingga anak-anak memadati halaman salah satu rumah di Talumolo, Kecamatan Dumbo, Kota Gorontalo.
Secara harfiah, Koko’o adalah ketuk dalam bahasa Gorontalo. Jika diterjemahkan secara bahasa, Koko’o Talumolo adalah tradisi parade oleh warga Talumolo sambil mengetuk bedug.
Tradisi tahunan ini memang menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terutama remaja Kota Gorontalo.
Sebab, parade menggunakan mobil sambil membawa beduk dan diarak oleh ratusan massa ini, biasanya meriah.
"Kami sedang melaksanakan latihan Koko'o, yang mana akan kami tampilkan ketika sahur pertama di beberapa titik jalan yang ada di Kota Gorontalo, terutama di jalan depan Kantor Wali Kota," ungkap Vikram salah satu anggota Komunitas Koko'o.
Pria 25 tahun itu menjelaskan, bahwa tradisi ini akan terus dilakukan sepanjang bulan Ramadhan.
"Tradisi kami ini, akan kami tampilkan sepanjang puasa berjalan, yaitu setiap hari pasti akan kami tampilkan, tapi yang paling ramai hanya di awal puasa dan akhir puasa," tegas Vikram.
Komunitas Koko'o milik warga Talumolo ini berdiri sejak tahun 2015, ketika itu mereka beranggotakan 30 sampai 40 orang.
"Komunitas kami berdiri sejak awal tahun 2015, kami beranggotakan 30 sampai 40-an orang, tradisi ini memang sudah ada dari kakek nenek kami yang dulu," jawab Unru Ketua Komunitas Koko'o Talumolo ketika ditanya Wartawan Tribun melalui via telepon. (*)