Reshuffle kabinet
Isu Reshuffle Menguat, Airlangga Ajak Rusli Habibie Foto Bareng Anggota Kabinet
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie masuk bursa Kabinet Indonesia Maju Jilid II. Isu reshuffle kabinet menguat kembali setelah Presiden Joko Widodo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/250322-Swafoto.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sinyal kuat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie masuk bursa Kabinet Indonesia Maju Jilid II.
Isu reshuffle kabinet menguat kembali setelah Presiden Joko Widodo menyatakan punya kewenangan menggantikan menteri yang berkinerja buruk saat di Bali, Jumat (25/3/2022).
Pada acara yang sama, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengajak Gubernur Rusli berswafoto dengan anggota kabinet, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Rusli mengakhiri masa jabatan sebagai Gubernur Gorontalo pada 12 Mei 2022. Ketua DPD Partai Golkar Gorontalo ini dikenal dekat Ketum Airlangga. Gokar punya sejumlah kader di kementerian.
Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian. Zainudin Amali yang dipercaya untuk mengisi pos Menteri Pemuda dan Olahraga. Jerry Sambuaga menjabat Wakil Menteri Perdagangan.
Airlangga sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Juga Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.
Presiden menyinggung soal reshuffle atau perombakan kabinet di hadapan sejumlah menteri yang hadir dalam acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia di Bali.
Ini bermula ketika dia mengungkapkan kekesalannya karena banyak kementerian yang masih memakai produk impor untuk mendukung kegiatan operasional mereka.
Dikutip dari Kompas.com, Presiden pun mewanti-wanti para menteri agar tak lagi melakukan impor. Jokowi mengingatkan bahwa dia punya kewenangan mengganti menteri yang kinerjanya tak baik.
"Kementerian sama saja (banyak yang menggunakan produk impor), tapi itu bagian saya itu. Reshuffle, udah heeeh saya itu, kayak gini nggak bisa jalan," kata Jokowi geram.
Beberapa nama menteri disinggung langsung oleh Jokowi dalam acara tersebut. Mereka yakni Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.
Jokowi geram karena instansi yang dipimpin ketiga menteri itu banyak menggunakan produk impor yang sebenarnnya bisa diproduksi di dalam negeri.
Misalnya, terkait bidang kesehatan, banyak alat kesehatan dan tempat tidur untuk rumah sakit yang masih impor. Padalahal, produk ini banyak diproduksi di Yogyakarta, Bekasi, hingga Tangerang.
Jokowi juga menyinggung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Dia menyebutkan, konsumsi produk dalam negeri dari kementerian yang dipimpin Nadiem Makarim itu hanya Rp 2 triliun dari total anggaran yang diberikan.
Jokowi mendapati bahwa laptop hingga bangku yang pengadaannya di bawah Kemendikbud ternyata juga impor. "Kita sudah bisa bikin semuanya itu. Sudahlah jangan diterus-teruskan," ujarnya.