Demo Banjir Gorontalo
Demo di Gedung DPRD Kota Gorontalo, Massa Aksi dan Polisi Terlibat Saling Dorong
Aksi yang dilakukan oleh organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Gorontalo ini memang mendapat pengawalan ketat dari personel polisi.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kota Gorontalo, Kamis (24/3/2022) sempat terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian.
Aksi yang dilakukan oleh organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Gorontalo ini memang mendapat pengawalan ketat dari personel polisi.
Ada sedikitnya puluhan personel polisi yang dikerahkan. Polisi yang rata-rata berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) itu berjaga di depan pintu masuk kantor DPRD.
Mereka tampak siaga dan membentuk formasi pertahanan. Tujuannya untuk menghalau para demonstran jika sewaktu-waktu memaksa masuk ke dalam gedung perwakilan rakyat tersebut.
Massa aksi tiba di kantor DPRD pada pukul 15.00 Wita. Mereka bergerak dari kantor Wali Kota Gorontalo, melalui Jalan Dua Susun (JDS).
Arus lalu lintas pun sempat terganggu dengan arak-arakan masa.
Sebelumnya, aksi ini menuntut sedikitnya dua hal. Pertama meminta Marten Taha, Wali Kota Gorontalo untuk memperhatikan genangan yang terjadi di kota yang kini berusia 294 tahun itu.
Tuntutan massa kedua adalah, meminta agar perwakilan rakyat di kantor DPRD itu, mengawal kebijakan Pemkot Gorontalo dalam hal penganggaran sejumlah pembangunan. Terutama yang menggunakan pembiayaan PEN.
“Kami meminta Wali Kota Gorontalo mengkaji kembali proyek strategi yang menggunakan dana PEN. Juga meminta wakil rakyat kami melakukan pengawasan terhadap program tersebut,” ungkap Zul Tias Hasan, orator dalam aksi itu.
Massa aksi meninggalkan kantor DPRD pada pukul 17.00 Wita. Pantauan TribunGorontalo.com, massa bergerak ke arah Jalan Prof Lafran Pane menuju Graha Kahmi Gorontalo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Polisi-001.jpg)