Konflik Rusia Vs Ukraina
Jurnalis Pemerintah Rusia Protes Perang, Begini Respons Presiden Ukraina
Kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin menginvasi Ukraina ditentang masyarakatnya. Kali ini protes oleh jurnalis.
Mantan pemimpin redaksi di RT itu mengatakan kepada wartawan BBC Steve Rosenberg bulan ini, bahwa Putin telah menghancurkan reputasi Rusia dan ekonomi juga mati.
Sejumlah jurnalis RT lainnya juga telah mengundurkan diri, termasuk jurnalis non-Rusia yang bekerja untuk layanan bahasa asingnya.
Mantan koresponden London Shadia Edwards-Dashti mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Rusia menginvasi Ukraina tanpa memberikan alasan. Jurnalis yang berbasis di Moskow, Jonny Tickle, berhenti pada hari yang sama, dengan alasan "mengingat peristiwa baru-baru ini".
Presenter RT Perancis Frédéric Tadde mengatakan dia meninggalkan programnya, karena Perancis "dalam konflik terbuka" dengan Rusia, dan "karena kesetiaan kepada negara saya".
Beberapa hari setelah itu, Uni Eropa mengatakan pihaknya melarang semua outlet RT dan juga outlet Kremlin lainnya, Sputnik.
Mereka disebut menyebarkan "kampanye informasi yang masalah, memanipulasi informasi, dan mendistorsi fakta". Kantor berita negara Rusia yang berbasis di Jerman, Ruptly, juga mengalami serentetan pengunduran diri, menurut kantor berita Reuters sebagaimana dilansir BBC pada Rabu (16/3/2022).
Media non-Kremlin Rusia yang diserang berulang kali selama bertahun-tahun, tidak heran dengan hasil pengunduran diri saat ini.
Banyak jurnalis di outlet independen bekerja di bawah ancaman terus-menerus akan kehilangan mata pencaharian mereka. Beberapa diantaranya bahkan telah disebut agen asing, label era Soviet.
Dozhd (TV Rain), yang dipaksa berhenti dari saluran TV umum pada 2014, harus menghentikan siaran online-nya karena laporan invasi Rusia ke Ukraina.
Sejumlah jurnalisnya telah melarikan diri dari Rusia demi keselamatan mereka. Radio Ekho Moskvy juga telah dihentikan siarannya di tengah undang-undang baru Rusia, tentang apa yang disebut sebagai informasi palsu.
BBC Russian termasuk di antara sejumlah outlet Barat yang dilarang. Sementara jurnalis yang bekerja untuk Meduza yang berbasis di Latvia dipaksa keluar dari Rusia. Bukan hanya jurnalis yang menghilang dari TV pemerintah.
Salah satu pembawa acara bincang-bincang terbesar di Rusia, Ivan Urgant, memutuskan rehat dari acara "Evening Urgant" pada jam tayang utama di saluran terbesar kedua Rusia, Channel One, stasiun yang sama dengan Marina Ovsyannikova.
Dia bereaksi terhadap perang dengan mengunggah kotak hitam di akun Instagram-nya dengan pesan sederhana: "Takut and sakit. Tidak untuk perang."
Balerina Top Rusia Pindah ke Belanda
Balerina top Rusia Olga Smirnova memutuskan meninggalkan negaranya. Dia akan pindah ke Belanda dan bergabung dengan Balet Nasional Belanda setelah Rusia menginvasi Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/180322-pekerja-media.jpg)