Feronika Abdullah Harap Pemerintah Perhatikan Nasib Perawat

Hari Perawat Nasional ini diprakasai Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Hari Perawat Nasional 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Setiap 17 Maret 2022 diperingati sebagai Hari Perawat Nasional. Hari Perawat Nasional ini diprakasai Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Peringatan tersebut di tujukan untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan perawat di seluruh Indonesia.

Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI Gorontalo, Feronika Abdullah berharap, organisasi akan semakin eksis. 

Juga berharap, organisasi itu benar -benar adil dalam melayani masyarakat, terlebih dalam hal kesehatan.

Namun, ia juga berharap, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota memerhatikan nasib para perawat, terutama menyangkut hak dan kewajibannya.

Karena itu, ia mengajak seluruh perawat di Gorontalo untuk mengembangkan potensi diri. Hal itu agar bisa bekerja profesional. 

PPNI lahir pada tanggal 17 Maret 1974. Sebelum tahun 1947, organisasi perawat di indonesia sudah ada seiring dengan adanya Rumah sakit.

Seperti Residen Vpabst (1819) di Batavia, saat itu berubah menjadi Stadsverband (1919). Kemudian berubah menjadi CBZ (Central Burgerlijke Zieken Inrichting), di daerah Salemba yang saat ini menjadi RSCM.

Kala itu perawat sudah memiliki perkumpulan sebagai wadah organisasi Perawat. Perkumpulan itu dapat menentukan martabat profesi perawat.

Nur dan Iswa sebagai perawat di Kabupaten Gorontalo, mengucapkan selamat Hari Perawat Nasional Indonesia.

"Mereka berharap PPNI lebih maju dan terus mewadai anggotanya, agar PPNI dapat terus meningkatan fungsi dan perannya di anggotanya," kata Nur.

Iswa turut menambahkan, agar Pemerintah Kabupaten Gorontalo bisa memerhatikan tenaga perawat, khususnya tenaga kontrak dan pegawai tidak tetap (PTT). (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved