Konflik Rusia Vs Ukraina

Tentara Rusia Kepung Kiev, AS Nilai Ukraina Lebih Butuh Rudal

Sistem pertahanan berbasis darat Ukraina dianggap lebih efektif menghadapi invasi Rusia.

Editor: Lodie Tombeg
kompas.com
Tentara Ukraina meluncurkan rudal stinger buatan Jerman yang bisa hancurkan tank dan pesawat tempur. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Sistem pertahanan berbasis darat Ukraina dianggap lebih efektif menghadapi invasi Rusia. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Kamis (10/3/2022) menolak proposal untuk mengirim jet tempur MiG ke Ukraina melalui pangkalan Amerika.

Menurut Kemlu AS, upaya Ukraina untuk melawan invasi Rusia akan lebih baik dilayani oleh pasokan senjata berbasis darat.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berulang kali mendesak Washington dan NATO untuk mengirim pesawat atau menerapkan zona larangan terbang di negara yang dilanda perang itu untuk mempertahankan diri dari serangan udara Rusia.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price mengatakan kepada wartawan di Washington, sistem pertahanan berbasis darat Ukraina lebih efektif dalam menyerang balik angkatan udara Rusia yang tangguh.

“Kami akan terus menyediakan sistem darat-ke-udara ke Ukraina mitra kami yang mereka butuhkan untuk menghadapi ancaman yang mereka hadapi dari rudal Rusia, dari roket Rusia, dari artileri,” katanya dikutip dari AFP.

Price menambahkan, Ukraina sudah memiliki beberapa skuadron dari pesawatnya sendiri yang berkemampuan penuh menjalankan misi dan jika Amerika Serikat mengirim lebih banyak jet tempur ke Ukraina justru dapat memperburuk konflik.

"Komunitas intelijen mengeluarkan penilaian bahwa penyediaan pesawat dengan cara ini ... dapat dilihat oleh Moskow sebagai eskalasi," katanya dalam konferensi pers.

"Adalah kewajiban kita untuk melakukan segala yang kita bisa untuk mengakhiri konflik ini untuk menyelamatkan nyawa sebanyak yang kita bisa, dan melakukan segala yang kita mampu untuk memastikan konflik ini tidak meluas," imbuhnya.

Polandia menyatakan dukungan untuk rencana mengirim MiG-29 era Soviet ke Kyiv melalui pangkalan udara AS di Ramstein, Jerman, dengan timbal balik mendapatkan armada jet tempur F-16 dari AS.

Namun, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan kepada Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak pada Rabu (9/3/2022) bahwa Washington tidak berkeinginan terlibat dalam rencana tersebut.

Pasukan Rusia mengepung setidaknya empat kota besar di Ukraina pada Kamis (10/3/2022). Sejumlah kendaraan lapis baja tampak menuju tepi timur laut ibu kota Kiev.

Washington sangat mendukung Ukraina, memimpin dorongan untuk sanksi internasional yang keras bagi Rusia, dan mengirim senjata serta bantuan lainnya ke kubu Kiev.

Amerika Serikat minggu ini juga memberlakukan larangan impor minyak dan gas Rusia, langkah yang diikuti oleh Kanada dan janji dari London untuk mengakhiri impor dalam tahun ini.

Namun, AS menolak menerapkan zona larangan terbang karena takut terlibat ke dalam konflik Rusia Ukraina secara langsung.

Tentara Ukraina terlihat di samping kendaraan lapis baja yang hancur, yang menurut mereka milik tentara Rusia, di luar Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022).
Tentara Ukraina terlihat di samping kendaraan lapis baja yang hancur, yang menurut mereka milik tentara Rusia, di luar Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). (MAKSIM LEVIN/NTARA FOTO/REUTERS/kompas.com)

Baca juga: Ledakan Dekat Katedral Saint Sophia dan Biara Pechersk Lavra di Kiev

Pasukan Rusia Berkumpul Lagi di Dekat Kiev

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved