Sabtu, 14 Maret 2026

Fasilitas Publik Gorontalo

Percikan Genangan Air di Bundaran Bandara Djalaluddin Gorontalo Mulai Usik Pengguna Jalan

Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo jadi Bandara Kelas I di tahun 2014. Inilah sarana transportasi udara tunggal di Provinsi Gorontalo.

Tayang:
Editor: Thamzil Thahir
zoom-inlihat foto Percikan Genangan Air di Bundaran Bandara Djalaluddin Gorontalo Mulai Usik Pengguna Jalan
TribunGorontalo.com/wawan akuba
PERCIKAN AIR - Sebuah mobil medium utility vehicle melintas di genangan air bundaran Bandar Udara Internasional Djalaluddin Gorontalo, selepas hujan ringan Selasa (8/3/2022) sore. Genangan ini memercikan air dari aspal ke bahu jalan. 

TRIBUN-GORONTALO.COM, GORONTALO -- Inilah keluhan warga Gorontalo perihal mutu fasilitas dan infrastruktur publik di Bandar Udara Internasional Djalaluddin Gorontalo, di Isimu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pekan pertama Maret 2022 ini.

Ruas jalan di bundara bandar udara tunggal di provinsi berpenduduk 1,2 juta ini, mulai digenangi air .

Genangan pascaguyuran hujan skala ringan itu mengenang tepat di sisi timur Patung Pasangan Pemuda-Pemudi berpakaian adat Gorontalo.

Dampaknya, sejumlah pengguna jalan, penumpang, dan penjemut penumpang mulai mengeluhkan percikan air itu.

"Pas lewat habis ngopi, saya kena percikan air," kata Arif (32), warga yang tengah antre menunggu datangnya pesawat Lion Air JT-892 dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (8/3/2022) pukul 16.36 Wita.

Pihak otoritas atau lembaga pengelola bandara, dari kementerian perhubungan, berjanji segera mengatasi keluhan dan meningkatkan mutu fasilitas bandara.

Dari pantauan Tribun, sejumah kendaraan melewati bundaran Bandara Djalaludin Gorontalo, mesti mengurangi kecepatannya.

Pasalnya, di sebagian sisi jalan lingkar menuju portal masuk bandara ini, tergenang air setinggi mata kaki anak.

Jika tidak hati-hati, pengguna jalan bisa saja terkena percikan air.

Tidak hanya pengguna jalan, sejumlah supir mensinyalir adanya potensi kecelakaan bisa juga dialami oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca juga: Efek Kebijakan Baru Menko Luhut, Klinik PCR Antigen di Bandara Gorontalo Mulai Kemasi Barang

Baca juga: Gorontalo Bertambah 55 Kasus Baru, Ini Sebaran 30.148 Kasus Corona 8 Maret 2022

Kondisi ini cukup disayangkan, mengingat bandara yang berada di Isimu Selatan, Tibawa, Kabupaten Gorontalo itu, menjadi gerbang masuk para wisatawan. 

"Jangan sampai ini menjadi kesan buruk di mata pendatang," kata Arafiq, karyawan BUMN energi yang tugas di sebuah proyek pembangkit di daerah Marisa, Pohuwato, kepada Tribun-Gorontalo.com.

KUCING di KLINIK ANTIGEN - Seokor kucing melintas di depan Klinik Pratama Panipi di Terminal Kedatangan Bandara Djalaluddin Gorontalo, Isimu, Kabupaten Gorontalo, Selasa (8/3/2022). Klinik rapid antigen dan swab PCR COVID-19 di bandara akan hengkang dan berhenti beroperasi menyusul kebijakan baru peniadaan syarat rapid tet untuk perjalanan udara domestik, awal Maret 2022 ini.
KUCING di KLINIK ANTIGEN - Seokor kucing melintas di depan Klinik Pratama Panipi di Terminal Kedatangan Bandara Djalaluddin Gorontalo, Isimu, Kabupaten Gorontalo, Selasa (8/3/2022). Klinik rapid antigen dan swab PCR COVID-19 di bandara akan hengkang dan berhenti beroperasi menyusul kebijakan baru peniadaan syarat rapid tet untuk perjalanan udara domestik, awal Maret 2022 ini. (Tribun_Gorontalo/Fajril-A-Kijab)

Arif, seorang supir taksi bandara yang sedang menunggu penumpang, mengaku bahwa pemandangan seperti memang sudah biasa.

“Memang sering tergenang di wilayah itu (bundaran). Lama-lama rusak itu beton dan jalan di situ,” ungkap Arif yang sedang menunggu penumpang di pintu kedatangan bandara.

Bandara Djalaluddin terletak sekitar 30 km dari pusat Kota Gorontalo.

Bandara Djalaludin Gorontalo merupakan Bandar Udara kelas 1 yang berjarak sekitar 17,9 km sebelah barat Limboto, ibukota  Kabupaten Gorontalo.

Terminal bandara berkapasitas 2500 penumpang ini masih dioperasikan kementerian Perhubungan RI.

Ini tak seperti bandara internasional lain di Indonesia yang pengoperasiannya sebagian dialih kelolakan ke BUMN, PT Angkasa Pura.

Fasilitas Bandara

20220308_bandara_djalaluddin-bandar_udara
BANDARA DJALALUDDIN - Terminal penumpang Bandar Udara Internasional Djalaluddin Gorontalo, tahun 2020 lalu. Dua terminal dan fasilitas bandara ini bisa menampung sekitar 2500 penumpang.

Dari situs resmi kemenhub ri  gedung terminal baru Bandara Gorontalo ini mulai dibangun sejak tahun 2013 hingga 2015.

Total pembiayaan hingga tahun 2017 lalu sebesar Rp 146 milyar dari anggaran Kementerian Perhubungan.

Gedung terminal baru terdiri dua lantai dengan luas 11.865 M2.

Fasilitas ini mampu menampung 2.500 penumpang dan menggantikan gedung terminal lama yang hanya cukup untuk 250 penumpang.

Gedung terminal baru Bandara Djalaludin Gorontalo merupakan bagian dari pengembangan fasilitas darat bandara.

Lantai dasar berfungsi sebagai tempat check in, drop off, baggage claim, serta area publik dan karyawan.

Sementara lantai dua, berfungsi sebagai ruang tunggu penumpang dan area publik serta karyawan.

Selain pembangunan terminal baru, Bandara Djalaludin Gorontalo juga mengembangkan area parkir bandara.

Luas semula 3.902 M2 untuk 150 mobil, sejak 2017 ditingkatkan menjadi 46.411 M2 dan mampu menampung 1.820 mobil.

Pada sisi udara juga telah dilakukan pengembangan apron yang semula hanya berukuran 230 x 80 M dan hanya mampu menampung 2 unit pesawat sejenis 737-800 serta 1 unit sejenis ATR, menjadi 130 x 291 M dan mampu menampung 3 unit pesawat sejenis 737-800 serta 2 unit sejenis ATR.

Bandara Djalaludin Gorontalo mampu didarati Pesawat Boeing 737-900 ER.

Maskapai domestik yang sudah beroperasi diantaranya Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Batik Air, Wings Air dan Avia Star.

Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo yang resmi menjadi Bandara Kelas I pada tahun 2014.

Ini merupakan satu-satunya sarana transportasi udara yang terletak di Provinsi Gorontalo.

Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang baik yang datang dan pergi di bandara ini, Kementerian Perhubungan melakukan perbaikan serta pembenahan-pembenahan.

Hal tersebut sejalan dengan fokus kerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk terus meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana jasa transportasi serta meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi kepada masyarakat.

Pembangunan dan pengembangan Bandara Djalaludin Gorontalo yang berada di utara Pulau Sulawesi ini merupkan wujud pembangunan yang tidak hanya Jawa sentris akan tetapi pembangunan yang Indonesia sentris.

Ini sesuai dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved