Peneliti Jepang Coba Ungkap Misteri Legenda 'Putri Duyung'
Siapa yang makan daging 'putri duyung' akan hidup dalam kebadian. Legenda Negeri Sakura itu coba dipecahkan sekelompok peneliti di Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/060322-mumi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Siapa yang makan daging 'putri duyung' akan hidup dalam kebadian. Legenda Negeri Sakura itu coba dipecahkan sekelompok peneliti di Jepang.
Mereka tengah menyelidiki mumi yang disebut "putri duyung" berusia sekitar 300 tahun.
Dikutip dari Independent, mumi tersebut panjangnya 30 sentimeter, memiliki ekor dan posisi tangannya terangkat ke arah wajah yang berekspresi sedang teriak.
Sebelumnya, mumi tersebut telah disimpan dalam sebuah kotak di kuil yang berada di prefektur Okayama, di bagian selatan pulau Honshu, Jepang.
Diduga ditemukan tahun 1736 hingga 1741 Dilansir dari Thesun, makhluk misterius tersebut diduga ditangkap di lepas pulau Shikoku, Jepang, antara tahun 1736 hingga 1741, dan saat ini disimpan di sebuah kuil di kota Asakuchi.
Mumi tersebut memiliki wajah meringis, gigi runcing, dua tangan, dan rambut di kepala serta alisnya.
Selain itu, mumi tersebut memiliki penampilan menakutkan layaknya seperti manusia namun bagian bawah tubuhnya seperti ikan.
Saat ini, para peneliti dari Kurashiki University of Science and the Arts telah mengambil mumi itu untuk pemindaian CT dalam upaya mengungkap rahasianya.
Legenda putri duyung Hiroshi Kinoshita dari Okayama Folklore Society, yang menggagas proyek tersebut, mengatakan bahwa makhluk aneh tersebut dapat memiliki makna religius.
Putri duyung Jepang memiliki legenda keabadian, sehingga jika memakan daging putri duyung maka orang tersebut tidak akan pernah mati.
Konon, dahulu pernah ada seorang wanita yang dapat hidup selama 800 tahun karena memakan daging putri duyung.
“Ada legenda di berbagai daerah di Jepang, bahwa seorang wanita secara tidak sengaja memakan daging putri duyung dan hidup selama 800 tahun," kata Hiroshi.
Pertanda dari putri duyung Legenda tersebut disebut dengan 'Yao-Bikun', dan dilestarikan di dekat kuil tempat mumi putri duyung tersebut ditemukan.
"Saya mendengar bahwa beberapa orang percaya pada legenda, biasa memakan sisik mumi putri duyung," ujar Hiroshi. Menurut cerita rakyat Jepang, putri duyung juga bisa menjadi sebuah pertanda buruk.
Hal ini lalu dikaitkan dengan era Covid-19. “Ada juga legenda bahwa putri duyung meramalkan penyakit menular,” kata Hiroshi.
Sejarah mumi "putri duyung"
Sebuah surat bersejarah tertanggal 1903 yang tampaknya ditulis oleh pemilik sebelumnya disimpan di samping mumi tersebut.
Dalam surat tersebut tertulis seekor ikan duyung tertangkap dalam jaring penangkap ikan di laut lepas Prefektur Kochi.
Para nelayan yang menangkapnya tidak mengetahui jika itu adalah putri duyung, lalu membawanya ke Osaka dan menjualnya sebagai ikan biasa.
"Nenek moyang saya membelinya dan menyimpannya sebagai harta keluarga," tulis surat itu. Namun, tidak jelas bagaimana atau kapan mumi tersebut datang ke kuil Enjuin di Asakuchi.
Kepala pendeta, Kozen Kuida, mengatakan bahwa patung itu dipajang dalam kotak kaca sekitar 40 tahun yang lalu dan sekarang disimpan di brankas tahan api.
Kozen menambahkan, dengan memuja patung tersebut dapat membantu meringankan pandemi Covid-19.
“Kami telah memujanya, berharap itu akan membantu meringankan pandemi virus corona meskipun hanya sedikit,” katanya kepada The Asahi Shimbun, sebuah surat kabar Jepang.
Putri duyung sejak periode Edo Hiroshi meyakini bahwa mumi tersebut diproduksi di beberapa wilayah selama periode Edo (era sejarah Jepang yang membentang dari tahun 1603 hingga 1867).
"Tentu saja, menurutku itu bukan putri duyung sungguhan," katanya.
Menurutnya, putri duyung tersebut dibuat untuk diekspor ke Eropa dan China selama periode Edo, atau dijual di dalam negeri Jepang itu sendiri.
“Legenda putri duyung tetap ada di Eropa, Cina, dan Jepang di seluruh dunia. Oleh karena itu, saya dapat membayangkan bahwa orang-orang pada waktu itu juga sangat tertarik," ujar Hiroshi.
Putri duyung tersebut diduga terbuat dari hewan hidup, oleh sebab itu para peneliti ingin mengindentifikasi mumi tersebut dengan CT scan atau tes DNA.
“Itu terlihat seperti ikan dengan sisik di tubuh bagian bawah dan primata dengan tangan dan wajah di tubuh bagian atas," ungkapnya.
Kejadian serupa Spesimen serupa pernah dipamerkan oleh PT Barnum di museum Amerika miliknya yang terletak di New York sebelum terbakar.
Barnum merupakan tokoh yang menginspirasi film The Greatest Showman, yang laris pada 2017. Mumi yang berada di museum tersebut, tubuhnya terbuat dari batang dengan kepala monyet yang dijahit ke bagian belakang ikan.
Konon, makhluk tersebut ditangkap di lepas pantai Fiji kemudian dibeli dari pelaut Jepang.
Dalam cerita rakyat Jepang, ada makhluk yang disebut dengan Ningyo, digambarkan memiliki mulut monyet dengan gigi seperti ikan dan tubuh ditutupi sisik emas.
Para ilmuwan yang memeriksa mumi tersebut akan mempublikasikan temuan mereka akhir tahun ini.
Arkeolog Temukan Mumi 800 Tahun di Peru
Seorang arkeolog dari State University of San Marcos, Pieter Van Dalen Luna mengatakan, tim ahli menemukan mumi yang diperkirakan berusia 800 tahun di pantai tengah Peru pada Jumat (26/11/2021).
Dilansir dari Reuters, Jumat (26/11/2021), sisa-sisa mumi yang ditemukan merupakan seseorang yang dulunya hidup di antara pantai dan pegunungan di AS.
Pieter mengungkapkan, sejauh ini, mumi itu belum teridentifikasi jenis kelaminnya. "Saat ditemukan, ciri utama mumi tersebut adalah seluruh tubuh diikat dengan tali dan dengan tangan menutupi wajah," ujar Van Den Luna.
Menurut dia, mumi itu adalah seorang yang tinggal di wilayah dataran tinggi Andes di negara itu.
Van Den Luna menyebutkan, apa yang terjadi pada masa kehidupan mumi ini bisa diketahui dari tanggal radiokarbon. "Tanggal radiokarbon akan memberikan kronologi yang lebih tepat," kata dia.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, mumi itu ditemukan di dalam struktur bawah tanah yang berlokasi di pinggiran kota Lima, Peru.
Selain itu, pada makam juga ditemukan sesajen termasuk keramik, sisa-sisa sayuran, dan peralatan batu. Peru merupakan markas bagi ratusan situs arkeologi dari budaya yang berkembang sebelum dan sesudah Kekaisaran Inca.
Pada 500 tahun yang lalu, kekaisaran ini yang mendominasi bagian selatan AS dari wilayah Ekuador selatan dan Kolombia hingga Chili tengah.
Selain itu, Peru juga dikenal sebagai wilayah yang ada salah satu keajaiban dunia yakni Machu Picchu.
Teknik mumifikasi Mengutip The Guardian, 24 Oktober 2021, menurut bukti baru yang mengarah pada penulisan ulang buku-buku sejarah, orang Mesir kuno melakukan mumifikasi canggih dari kematian mereka 1.000 tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Salah satunya pengawetan terhadap tubuh seorang bangsawan berpangkat tinggi bernama Khuwy.
Mumi Khuwy ditemukan pada 2019, usianya jauh lebih tua dari yang diperkirakan. Ini menjadi mumi Mesir tertua yang pernah ditemukan.
Diketahui, mumi itu berasal dari Kerajaan Lama, yang membutkikan bahwa teknik mumifikasi sekitar 4.000 tahun yang lalu sangat maju.
Teknik mumifikasi ini dilakukan dengan membalut kain linen yang sangat halus dan resin berkualitas tinggi pada tubuh.
Kecanggihan proses mumifikasi tubuh dan bahan yang digunakan diperkirakan tidak akan tercapai hingga 1.000 tahun kemudian. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ilmuwan Ungkap Misteri Mumi Putri Duyung Berusia 300 Tahun di Jepang"