Konflik Rusia Vs Ukraina
Mantan Presiden Angkat Senjata Jadi Energi Baru Rakyat Ukraina
Perjuangan rakyat Ukraina mendapat semangat baru dengan hadirnya mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko.
TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Perjuangan rakyat Ukraina mendapat semangat baru dengan hadirnya mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko. Petro mengangkat senapan untuk berperang bersama warga sipil saat pasukan Rusia maju ke ibu kota Kiev pada Jumat (25/2/2022).
Dalam sebuah wawancara dengan CNN dari jalan-jalan Kiev, Poroshenko membawa senapan Kalashnikov pendek (AK-47), dan mengatakan dia memiliki dua senapan mesin saat dia bersiap untuk bertarung bersama batalyon "pertahanan teritorial".
"Putin menyatakan perang ke seluruh dunia, kepada setiap orang yang menonton sekarang," kata Poroshenko kepada John Berman dari CNN. Kiev diguncang Jumat (25/2/2022) pagi oleh ledakan besar, meskipun jumlah orang terluka dan tingkat kerusakan tidak jelas.
Bulan lalu, Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengatakan dia menciptakan "brigade pertahanan teritorial" untuk sukarelawan dengan latar belakang militer. "Jika perlu, kami siap mempertahankan kota kami," kata Klitschko. Poroshenko mengatakan unitnya tidak memiliki artileri, tank, atau pengangkut personel bersenjata "karena kami meluncurkan proses ini hanya beberapa hari yang lalu."
Ketika ditanya berapa lama dia percaya Ukraina akan mampu bertahan, Poroshenko berkata, "Selamanya. Saya pikir Putin tidak akan pernah menguasai Ukraina, tidak peduli berapa banyak tentara, rudal atau senjata nuklir yang dia miliki. Kami orang Ukraina adalah orang-orang bebas dengan Eropa masa depan yang hebat."
Putin mengumumkan "operasi militer khusus" di Ukraina Kamis (24/2/2022) pagi, waktu setempat. Beberapa menit kemudian, pasukan Rusia mulai masuk ke Ukraina melalui perbatasan utara, timur dan selatan.
Baca juga: Barat Larang Presiden Putin Bepergian, Blokir Aset Keuangan di Inggris
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan darurat militer tak lama setelah itu, dan menandatangani perintah yang melarang pria berusia antara 18 dan 60 tahun meninggalkan negara itu selama "periode darurat militer." Ketika pasukan Rusia mulai berjalan menuju Kiev, pemerintah Ukraina meminta semua warga negara dan "patriot" untuk mengangkat senjata untuk membela negara.
"Semua yang siap mengangkat senjata, bergabunglah dengan barisan pasukan pertahanan wilayah Angkatan Bersenjata Ukraina. Kami menyederhanakan prosedur. Hanya kartu identitas Anda yang diperlukan. Kami memberikan senjata kepada semua patriot!" cuit Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan di Twitter.
Pada Jumat (24/2/2022) pagi, waktu setempat, pasukan Rusia mulai mengepung Kiev. Beberapa media dan orang-orang di lapangan melaporkan bahwa ledakan keras terdengar di ibu kota Ukraina, saat tentara Rusia memasuki kota.
Sementara itu, warga Ukraina bersiap untuk bertarung. Satu video yang diunggah ke media sosial tampak menunjukkan senjata api dikirimkan kepada siapa saja yang ingin bertarung.
Dan menurut reporter Independen Kiev Illia Ponomarenko, pada Jumat sore waktu setempat, 18.000 senapan telah diberikan kepada pasukan pertahanan sipil di jalan-jalan Kiev. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mantan Presiden Ukraina Turun ke Jalan dengan AK-47, Siap Bertempur Bersama Warga Sipil"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/260222-Petro-Poroshenko.jpg)