Konflik Rusia Vs Ukraina

Serangan dari Berbagai Arah Tewaskan 40 Orang Ukraina

Menang jadi arang kalah jadi abu. Aneksasi Rusia terhadap wilayah Ukraina menimbulkan peperangan baru di Eropa pasca Perang Dunia II.

Editor: Lodie Tombeg
Photo by Daniel LEAL/AFP
Orang-orang berpelukan saat seorang wanita dengan koper lewat di luar stasiun metro di Kyiv pada pagi hari 24 Februari 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Menang jadi arang kalah jadi abu. Aneksasi Rusia terhadap wilayah Ukraina menimbulkan peperangan baru di Eropa pasca Perang Dunia II. Sebanyak 40 tentara dan warga sipil dari pihak Ukraina gugur dalam pertempuran.

Sebaliknya Ukraina mengklaim telah menembak mati 56 pasukan Rusia dalam serangan Kamis (24/2/2022). Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis mendeklarasikan operasi militer khusus terhadap Ukraina.

Tak lama pidato Putin yang disiarkan sebelum pukul 6 pagi waktu setempat, suara ledakan terdengar di Kramatorsk, Ukraina. Setelah itu, diikuti laporan suara ledakan atau tembakan artileri di Kharkiv, Odessa, Mariupol, dan ibu kota Ukraina, Kiev, serta sejumlah kota besar di Ukraina.

Berikut rangkuman operasi militer Rusia ke Ukraina, dilansir Reuters, Kamis (24/2/2022).

- Putin mengumumkan operasi militer khusus terhadap Ukraina untuk menghilangkan apa yang disebutnya sebagai ancaman serius.

- Pasukan Rusia juga menginvasi Ukraina dari Belarus. Serangan juga diluncurkan dari wilayah Crimea yang dicaplok Rusia, sebagaimana dilaporkan dinas penjaga perbatasan Ukraina.

- Rentetan tembakan terdengar di dekat Kiev. Ukraina mengatakan, Rusia melancarkan serangan ke seluruh negeri sampai ke wilayah Lviv di barat.

Baca juga: Pasukan Darat Rusia Masuk Ukraina dari Berbagai Penjuru: 8 Orang Tewas dan 9 Terluka

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyetujui dekrit tentang darurat militer.

- Presiden AS Joe Biden mengutuk serangan Rusia terhadap Ukraina melalui panggilan telepon dengan Zelensky.

- Biden menyebut serangan Rusia ke Ukraina tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan. Dia dan para pemimpin G7 lainnya akan bertemu untuk membahas sanksi terhadap Rusia. - Para pemimpin Uni Eropa akan membahas sanksi baru yang keras terhadap Rusia pada Kamis sebagai reaksi atas "serangan barbar" Moskwa terhadap Ukraina.

- Sejumlah negara Eropa Tengah mengutuk serangan Rusia dan memulai persiapan untuk menerima ratusan ribu orang yang berpotensi melarikan diri dari Ukraina.

- China menyerukan semua pihak yang terlibat dalam situasi di Ukraina untuk menahan diri.

- Kementerian Luar Negeri China menolak deskripsi jurnalis asing mengenai tindakan Rusia terhadap Ukraina sebagai invasi.

- Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Oleksii Arestovich, pada Kamis melaporkan sedikitnya 40 orang tewas. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rangkuman Invasi Rusia ke Ukraina, Serangan dari Berbagai Arah, Korban Tewas 40 Orang"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved